Pasar saham Indonesia hari Kamis kemarin benar-benar seperti rollercoaster. IHSG sempat terjun bebas hampir 10 persen di pagi hari, sampai-sampai BEI terpaksa menghentikan perdagangan sementara. Untungnya, suasana mencekam itu perlahan mereda. Sentimen pelaku pasar membaik setelah OJK angkat bicara soal rencana revisi aturan free float. Meski begitu, IHSG tetap ditutup di zona merah, melemah 0,67 persen ke level 8.264. Rupanya, investor masih was-was dengan volatilitas tinggi yang mungkin masih akan berlanjut.
Di tengah gejolak seperti ini, justru ada yang melihat peluang. Menurut Reyhan Pratama, analis teknikal dari Sucor Sekuritas, koreksi tajam bisa jadi pintu masuk untuk mengakumulasi saham-saham tertentu. Tentu saja, pilihannya harus selektif. Fokusnya adalah pada emiten dengan fundamental kokoh dan struktur keuangan yang defensif, yang harganya dianggap sudah jatuh terlalu dalam.
"Salah satu sektor yang mulai mencuri perhatian adalah sektor pelayaran," ungkap Reyhan, Kamis (29/1/2026).
Ia beralasan, aktivitas logistik dan perdagangan komoditas yang masih stabil menjadi penopang fundamental sektor ini. Beberapa nama yang ia sebutkan antara lain PT GTS International (GTSI), PT Buana Lintas Lautan (BULL), PT Humpuss Maritim Internasional (HUMI), dan PT Habco Trans Maritima (HATM).
Nah, kalau dilihat dari valuasi, HATM tampak lebih murah dibandingkan rekan-rekannya. Saham ini punya PER 18,43 kali dan PBV 1,84 kali. Angka itu lebih rendah ketimbang BULL (PER 25,26 kali, PBV 2,33 kali) dan HUMI (PER 29,31 kali, PBV 1,80 kali). Sementara GTSI justru punya valuasi tertinggi dengan PER di atas 51 kali dan PBV 5,59 kali.
Dari perbandingan itu, Reyhan menilai HATM sebagai saham dengan valuasi paling rendah di kelompoknya. Dari kacamata teknikal, ia menyebut tren saham HATM masih bullish untuk jangka menengah-panjang. Walaupun saat ini sedang koreksi jangka pendek, sama seperti mayoritas saham di pasar.
"Secara tren, HATM masih berada dalam fase bullish. Saat ini pergerakan harga tengah mengalami koreksi jangka pendek dan telah menguji area support penting di kisaran 302–312," lanjutnya.
Area support itu, menurutnya, akan menjadi penentu arah selanjutnya. Selama harga bisa bertahan di atas level 302, peluang untuk menguat lagi masih terbuka. Targetnya bisa mencapai kisaran 372 hingga 440 per saham.
Tapi jangan salah, Reyhan juga mengingatkan bahwa saham HATM punya volatilitas yang cukup tinggi. Makanya, strategi akumulasinya harus bertahap dan disiplin dalam mengelola risiko. Pada perdagangan Kamis itu sendiri, HATM ikut melemah 0,59 persen, ditutup di harga Rp336 per saham.
Di balik pergerakan hariannya, fundamental HATM dinilai punya bantalan yang lumayan. Perusahaan ini baru saja menggunakan dana hasil rights issue untuk melunasi utang dan belanja modal. Sisa dananya, sekitar Rp33,37 miliar, disimpan di bank untuk menjaga likuiditas. Langkah ini dianggap memperbaiki struktur keuangan perseroan di tengah pasar yang masih fluktuatif.
Jadi, intinya, di balik pelemahan IHSG yang menegangkan, ada analis yang justru sedang mengamati dengan saksama. Mereka mencari permata di antara puing-puing, dengan catatan: ekstra hati-hati dan jangan serakah.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020