Cuaca Ekstrem Picar Gencatan Senjata, Putin Turuti Permintaan Trump untuk Jeda Serangan

- Jumat, 30 Januari 2026 | 22:55 WIB
Cuaca Ekstrem Picar Gencatan Senjata, Putin Turuti Permintaan Trump untuk Jeda Serangan

Cuaca ekstrem di Ukraina ternyata membawa jeda sejenak dari perang. Vladimir Putin, Presiden Rusia, dikabarkan menyetujui permintaan khusus dari Donald Trump untuk menghentikan serangan. Gencatan ini direncanakan berlangsung hingga hari Minggu, menanggapi kondisi dingin yang luar biasa.

Permintaan itu datang langsung dari Trump. Menurut laporan yang beredar Jumat lalu, pemimpin AS itu meminta agar serangan ke Kyiv dan sekitarnya dihentikan sementara. Alasannya jelas: cuaca. Dingin yang menggigit hingga minus 30 derajat Celcius di ibu kota Ukraina itu dinilai terlalu berbahaya bagi penduduk sipil.

Dari Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membenarkan adanya permintaan tersebut. “Saya dapat mengatakan bahwa Presiden Trump memang mengajukan permintaan pribadi kepada Presiden Putin untuk menahan diri dari menyerang Kyiv selama seminggu hingga 1 Februari,” ujarnya. Tujuannya, kata Peskov, untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi proses negosiasi yang dipimpin Washington. Perang antara kedua negara tetangga itu sudah berlangsung hampir empat tahun.

Kapan tepatnya Trump mengajukan permintaan itu? Baik pihak AS maupun Rusia tidak memberikan kejelasan detail. Namun, sehari sebelumnya, Trump sendiri sudah bicara di depan kabinetnya di Gedung Putih.

“Saya secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv dan berbagai kota selama seminggu,” katanya.

Lalu dia menambahkan alasannya, singkat saja, “karena cuaca dingin, sangat dingin.”

Permintaan itu bukan tanpa alasan yang mendesak. Serangan Rusia selama ini kerap menyasar jaringan energi Ukraina. Akibatnya, banyak distrik terpaksa hidup tanpa pemanas di tengah suhu yang terus anjlok. Kekhawatiran akan krisis kemanusiaan pun semakin nyata.

Di sisi lain, ada tanda-tanda bahwa gencatan itu dijalankan. Sepanjang pekan ini, Kyiv relatif sepi dari serangan besar-besaran drone dan rudal seperti yang biasa terjadi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun mengonfirmasi keadaan itu di media sosial.

“Tidak ada serangan terhadap fasilitas energi tadi malam,” tulisnya.

Meski begitu, Zelensky mengingatkan bahwa serangan masih terjadi di tempat lain. “Tetapi kemarin sore infrastruktur energi kami di beberapa wilayah terkena serangan,” lanjutnya.

Terlepas dari itu, Zelensky menyambut baik pengumuman dari Trump. Dalam komentar yang dirilis Jumat, dia bahkan menyampaikan semacam jaminan timbal balik.

“Jika Rusia tidak menyerang infrastruktur energi kami - fasilitas pembangkit listrik atau aset energi lainnya - kami tidak akan menyerang infrastruktur mereka,” tegasnya kepada para wartawan.

Jeda karena cuaca ini mungkin hanya bersifat sementara. Tapi setidaknya, bagi warga Kyiv yang bergulat dengan dingin yang menghujam tulang, ini adalah sebuah napas lega yang sangat berharga.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar