Tim DVI akhirnya berhasil mengidentifikasi korban ketiga dari kecelakaan pesawat ATR di Gunung Bulusaraung, Pangkep. Korban tersebut adalah pramugari Esther Aprilita S. Kabar ini disampaikan langsung oleh Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris, dalam sebuah konferensi pers di Makassar, Jumat lalu.
"Cocok dengan nomor antemortem 002, sebagai nama Esther Aprilita," ujar Haris.
Proses identifikasi jenazah Esther rampung pada Kamis malam, tepatnya pukul 23.42 Wita. Tim gabungan menggunakan beberapa metode untuk memastikan identitasnya. Mereka tak hanya mengandalkan sidik jari dan gigi, tapi juga properti yang ditemukan serta ciri-ciri medis tertentu.
Haris menjelaskan lebih detail, "Kantong jenazah dengan nomor PM 62B.04 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis."
Dengan kata lain, upaya penyelamatan dan identifikasi di lokasi yang sulit itu perlahan mulai membuahkan hasil. Meski begitu, prosesnya masih panjang.
Hingga laporan ini dibuat, total sudah tiga jenazah yang berhasil diidentifikasi. Itu berasal dari empat kantong jenazah yang sempat diterima tim hingga tanggal 22 Januari. Pencarian dan identifikasi untuk korban lainnya masih terus dilakukan dengan penuh ketelitian.
"Sampai hari ini tim gabungan sudah berhasil mengidentifikasi total tiga korban dari empat kantong jenazah yang telah diterima," pungkas Haris, menegaskan bahwa pekerjaan berat itu masih jauh dari selesai.
Artikel Terkait
Empat Libur Nasional dan Dua Cuti Bersama Warnai Bulan Mei 2026
DPRD DKI Hormati Proses Hukum Tersangka Longsor Bantargebang, Soroti Tata Kelola Sampah yang Tak Kunjung Membaik
Warga Nganjuk Tabrakkan Motor ke Perampok Bersajam, Selamat dari Maut Usai Lembur Tengah Malam
Kakak Syok Adiknya Tiba-Tiba Lancar Bahasa Inggris Usai Masuk Sekolah Rakyat Gratis