Di sisi lain, pencarian terus digenjot. Tapi Marully memilih bertahan. Dia berharap, dalam kondisi apa pun, bisa bertemu kembali dengan orang yang paling dicintainya itu.
Bencana ini sebenarnya melanda sejak akhir November lalu. Longsor dan banjir bandang menghantam sejumlah wilayah Sumut, dengan Sibolga jadi yang paling menderita. Akses jalan terputus di mana-mana, membuat kota itu terisolasi cukup lama.
Dampaknya luas. Ada 18 titik lokasi yang kena, mulai dari belakang SMPN Sibolga, wilayah Sibolga Julu, Simare-mare, hingga sekitar Masjid Budi Sehati. Kawasan Tangga 100 dan Jalan Murai juga tak luput.
Hingga kini, suasana darurat masih berlaku di lapangan. Data terbaru dari BNPB per 10 Desember mencatat, korban tewas di Sibolga sudah mencapai 53 jiwa. Dua orang lainnya masih dinyatakan hilang. Angka yang menyayat hati.
Artikel Terkait
Dua Kelarga Berdamai, Kasus Penganiayaan Anak di Warung Kelontong Ditutup
Uang Haram Sertifikasi K3 Dijadikan Uang Saku Pejabat Kemnaker
KPK Selidiki Gus Alex, Diduga Jadi Pipa Aliran Dana Travel Haji ke Kemenag
Menteri Lingkungan Hidup Bongkar Lubang Korupsi di Balik Gunungan Sampah