Sirene peringatan tiba-tiba meraung di langit Tel Aviv, memecah keheningan malam. Tak lama kemudian, gemuruh ledakan terdengar. Situasi yang mencekam ini dipicu oleh laporan militer Israel yang mengonfirmasi adanya rudal yang ditembakkan dari Iran menuju wilayahnya.
Lewat sebuah pernyataan resmi, IDF (Israel Defense Forces) menyatakan sistem pertahanan mereka telah diaktifkan untuk menghadapi ancaman tersebut.
"IDF mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut,"
demikian bunyi pernyataan itu, seperti dilaporkan AFP pada Jumat (13/3/2026).
Peringatan darurat pun disebarkan kepada warga. Instruksinya jelas dan tegas: segera cari perlindungan.
"Anda harus memasuki area yang dilindungi setelah menerima peringatan, dan tetap di sana sampai pemberitahuan lebih lanjut,"
imbuh militer. Laporan serupa juga dikabarkan oleh Al Jazeera, yang menyebut upaya pencekatan sedang dilakukan.
Namun begitu, serangan malam itu ternyata tak cuma datang dari satu arah. Di sisi lain, kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon sering disebut sebagai sekutu Iran mengklaim telah melancarkan serangan terpisah. Target mereka adalah Pangkalan Kontrol Drone Giva di Safed, wilayah Israel utara.
Menurut pernyataan resmi mereka, rentetan roket yang diluncurkan itu merupakan bagian dari operasi "Hari al-Quds". Serangan ini semakin menambah kompleksitas ketegangan yang sudah memanas di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Kebakaran Ruko Tiga Lantai di Kemayoran Berhasil Dipadamkan, 12 Mobil Damkar Dikerahkan
Ledakan di Perairan Iran Dipastikan dari Pencegatan Kapal Tanker oleh Garda Revolusi di Selat Hormuz
Kejagung Sita Sembilan Bidang Tanah Milik Bos Smelter Tamron di Kasus Korupsi Timah
Direktur Utama Blueray Cargo Akui Beri Rp 30 Miliar ke Pegawai Bea Cukai Ahmad Dedi