Kabarnya ada ancaman drone Iran yang mengincar California. Tapi, Donald Trump tampaknya sama sekali tidak gusar. Mantan Presiden AS itu justru terlihat santai menanggapi isu yang sempat beredar itu.
"Saya tidak khawatir tentang itu. Kalau Anda khawatir, ya Anda nggak bisa berfungsi dengan baik," ujar Trump saat berbincang dengan The Brian Kilmeade Show di Fox Radio, Jumat lalu.
Dia mengaku tak risau. Menurutnya, sistem pertahanan Amerika sudah disiagakan untuk menghadapi segala kemungkinan. "Anda harus bertindak. Dan kami mengawasi semuanya pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Negara kita belum pernah diawasi seperti ini," tambahnya dengan nada khasnya.
Laporan soal ancaman ini sendiri pertama kali mencuat dari sebuah memo FBI yang dibocorkan ke media. Isinya memperingatkan potensi serangan drone Iran di sepanjang Pantai Barat AS.
Nah, ketika ditanya apakah memo itu sampai ke mejanya, Trump malah melontarkan sindiran. Dia menghina Gubernur California Gavin Newsom, tanpa benar-benar mengonfirmasi kebenaran ancaman tersebut.
"Pertama kali kami mendengarnya dari Gavin Newscum," candanya. 'Newscum' itu jelas plesetan yang sering dia pakai untuk menyebut sang gubernur.
Di sisi lain, Gedung Putih sudah lebih dulu angkat bicara. Mereka membantah keras laporan-laporan media yang memberitakan ancaman drone Iran itu.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, bersikap tegas. "Untuk memperjelas: Tidak ada ancaman semacam itu dari Iran terhadap wilayah kita. Dan tidak pernah ada," tegasnya lewat sebuah pernyataan di media sosial X.
Pernyataan itu dikeluarkan Kamis malam, menolak klaim bahwa Teheran berencana membalas AS dengan menyerang Pantai Barat menggunakan drone.
Leavitt secara khusus menyoroti pemberitaan ABC News. Media itu disebutnya menyebarkan informasi berdasarkan satu email berisi "informasi yang tidak terverifikasi" yang dikirim ke penegak hukum lokal. Padahal, dalam email itu sendiri disebutkan bahwa intelijennya belum diverifikasi sebuah detail krusial yang katanya diabaikan oleh pemberitaan.
"Unggahan dan berita ini harus segera ditarik kembali oleh ABC News," serunya. Alasannya, pemberitaan itu dianggap sengaja menimbulkan kecemasan di kalangan publik Amerika dengan informasi yang palsu.
Jadi, sementara media ramai membahas, pihak Gedung Putih dan Trump sendiri justru menyangkal. Yang satu dengan pernyataan resmi, yang satunya lagi dengan candaan dan sikap acuh tak acuh.
Artikel Terkait
Basarnas Instruksikan Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Tanpa Menggeser Gerbong
Bennett dan Lapid Satukan Kekuatan, Tantang Netanyahu di Pemilu Mendatang
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Seluruh Perjalanan Jarak Jauh dari Gambir dan Pasar Senen Dihentikan Sementara
Empat Korban Masih Terjebak di Gerbong Wanita KRL, Evakuasi Terhambat Ruang Sempit dan Alat Terbatas