CFD Perdana di Rasuna Said Dorong Lonjakan Omzet UMKM, Pedagang Sampai Kewalahan Layani Pembeli

- Senin, 11 Mei 2026 | 03:00 WIB
CFD Perdana di Rasuna Said Dorong Lonjakan Omzet UMKM, Pedagang Sampai Kewalahan Layani Pembeli

Penyelenggaraan perdana Hari Bebas Kendaraan Bermotor (CFD) di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tidak hanya menjadi ruang interaksi publik, tetapi juga membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Antusiasme warga yang memadati area tersebut pada Minggu, 10 Mei 2026, tercermin dari hiruk-pikuk transaksi di sepanjang bazar yang disediakan.

Momentum itu dirangkaikan dengan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Acara tersebut berhasil menyedot perhatian publik, terutama bagi mereka yang tengah menikmati suasana bebas kendaraan. Berbagai gerai UMKM turut memeriahkan suasana dengan menjajakan aneka kuliner, pakaian, hingga kerajinan tangan.

Banyaknya pengunjung yang hadir terbukti mampu mengerek pendapatan para pedagang. Nari, seorang pedagang minuman sari tebu murni, mengungkapkan kegembiraannya atas geliat ekonomi di area bazar hari itu. Ia menuturkan bahwa tingkat kunjungan konsumen mencapai titik puncaknya bertepatan dengan agenda Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

"Puncaknya hari ini. Ya karena ada acara itu kan (deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta), CFD perdana ya di Jalan Rasuna Said," ungkap Nari saat ditemui di sela-sela melayani pembeli.

Nari mengaku kewalahan melayani lonjakan pembeli hingga harus mondar-mandir mengurus dua lokasi gerai miliknya. Ia menyebut animo masyarakat sangat luar biasa, terbukti dari ludesnya ratusan gelas sari tebu racikannya dalam waktu singkat. "Sampai keteteran saya dua tempat lari sana lari sini. Hampir dua ratus kayaknya ini tadi. Hampir 200 yang laku hari ini," kata Nari.

Lonjakan pendapatan serupa turut dirasakan oleh Fitri, penjaja kuliner tahu gejrot dan kue leker. Antusiasme warga yang melampaui ekspektasi membuat lapaknya diserbu pengunjung sejak pagi, bahkan sebelum persiapan dagangannya rampung seratus persen. "Alhamdulillah untuk pagi ini acaranya alhamdulillah rame banget, di luar prediksi malahan. Kita disuruh buka dari jam setengah enam pagi, alhamdulillah dari kita belum buka, belum prepare malah udah banyak yang nyari sih, udah banyak yang belanja," tutur Fitri.

Pelaku UMKM yang baru merintis usahanya setahun terakhir ini mengatakan dagangannya telah terjual sekitar 50 porsi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Padatnya pengunjung membuat antrean di gerainya tampak mengular, dan pembeli harus bergantian mengantre dengan gerai minuman yang berada di sampingnya.

Fitri juga berharap pemerintah dapat memberikan pendampingan intensif serta kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM. Menurutnya, ekosistem wirausaha di ibu kota perlu terus disokong melalui penyediaan ruang publik yang inklusif dan penyelenggaraan acara yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. "Pak (Gubernur Jakarta), mohon fasilitasnya lebih diperbanyak lagi Pak, buat event-event seperti kayak gini, terus ada wadahnya untuk UMKM," pungkasnya.

Sementara itu, Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta digelar di kawasan Jalan HR Rasuna Said pada Minggu, 10 Mei 2026. Deklarasi bertajuk "Jaga Jakarta Bersih, Gerakan Pilah Sampah" serta perluasan CFD hingga revitalisasi kawasan Jalan HR Rasuna Said menjadi fokus utama dalam pencanangan hari ulang tahun kota tersebut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar