Getaran kuat mengguncang wilayah Sulawesi Utara Sabtu malam. Menurut data BMKG, pusat gempa berkekuatan 7,1 SR itu terletak di laut, sekitar 52 kilometer arah tenggara Melonguane. Kedalamannya cukup dangkal, hanya 17 kilometer di bawah permukaan bumi.
Guncangan itu terjadi tepat pukul 21.58 WIB. Kekuatannya ternyata terasa hingga ke Ternate di Maluku Utara, cukup jauh dari episentrum.
BMKG merilis rincian guncangan yang dirasakan di sejumlah daerah. Menurut keterangan mereka, getaran paling kuat tercatat di Tobelo dan Kepulauan Sitaro, dengan skala MMI III-IV.
"Gempa ini dirasakan (MMI):III-IV Tobelo, III-IV Sitaro, II-III Ternate, II-III Minahasa Utara, II-III Bitung, III Morotai,"
Lalu, apa arti skala MMI itu? Pada level II, getaran biasanya cuma dirasakan beberapa orang dan membuat benda-benda ringan bergoyang. Naik ke skala III, getarannya sudah jelas terasa di dalam rumah, mirip seperti ada truk lewat.
Di sisi lain, skala IV dampaknya lebih terlihat. Getaran dirasakan banyak orang, bahkan yang sedang di luar rumah. Efeknya bisa sampai memecahkan gerabah, jendela berderik, dan dinding pun mengeluarkan bunyi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan serius atau korban jiwa. Namun begitu, BMKG telah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tenang. Informasi ini disebarluaskan agar publik mendapat gambaran yang jelas tentang kejadian alam tadi malam.
Artikel Terkait
Ketua Ombudsman RI Ditahan Kejagung, Lembaga Minta Maaf ke Publik
Gubernur DKI Peringatkan Ancaman Pangan dan ISPA Menyusul Fenomena El Nino
Bupati Malang Lantik Putra Kandung Pimpin DLH, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Trump Ancam Pecat Powell Jika Tak Lengser Tepat Waktu