Tumpang Tindih Izin dan Lahan Gundul di Balik Banjir Aceh

- Selasa, 09 Desember 2025 | 17:40 WIB
Tumpang Tindih Izin dan Lahan Gundul di Balik Banjir Aceh

✍🏻 Agustinus Edy Kristianto

Laporan JATAM soal bencana banjir Aceh benar-benar menarik perhatian. Menurut mereka, ada kaitannya dengan perusahaan yang dianggap milik Prabowo. Tempo memberitakannya awal Desember lalu.

Namun begitu, mari kita lihat faktanya. Perusahaan yang dimaksud adalah PT Tusam Hutani Lestari. Konsesi hutannya membentang di empat kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Utara dengan total luas hampir 100 ribu hektar. Angka yang tidak main-main.

Di sisi lain, JATAM menemukan hal yang janggal. Ternyata, konsesi PT Tusam ini tumpang tindih dengan area kerja PT Linge Mineral Resources. Nah, PT Linge ini bagian dari Grup Bumi Resources Minerals (BRMS). Grup yang satu ini sudah dikenal luas terkait dengan keluarga Bakrie.

Dirut BRMS saat ini adalah Agoes Projosasmito.

Untuk memastikan, saya coba telusuri struktur kepemilikannya dari dokumen resmi bursa. Hasilnya begini:

BRMS punya kendali 98,04% atas PT Bumi Sumberdaya Semesta (BSS). Kemudian, BSS menguasai 60,86% saham PT Andalan Anugerah Sekarbumi (AAS). Dari situ, AAS memegang 99,67% saham PT Linge.

PT Linge sendiri memegang izin eksplorasi emas seluas 36.420 hektar. Izinnya masih berlaku hingga awal 2026.

Yang menarik, pemegang saham utama BRMS justru berasal dari luar. Emirates Tarian Global Ventures SPC, sebuah entitas yang berbasis di Kepulauan Cayman, memegang 25,10% saham. Mereka masuk secara agresif pada 2021.

Kembali ke PT Tusam Hutani Lestari. Isu perusahaan ini sebenarnya bukan hal baru. Ia kerap jadi amunisi politik lawan-lawan Prabowo, baik di Pilpres 2019 maupun 2024. Saya pernah membahasnya setahun yang lalu.

Lahan konsesi itu awalnya diberikan di era Wapres Jusuf Kalla. Tujuannya untuk hutan tanaman industri yang memasok Kiani Kertas perusahaan lain milik Prabowo. Statusnya hak guna usaha, jadi tanahnya tetap milik negara.


Halaman:

Komentar