"Seluruh hasil donasi hari ini akan disalurkan ke Rumah Zakat Kalbar. Boleh cash, tapi memang kita utamakan cashless karena untuk memudahkan," tambah Sahat.
"Yang untuk berupa uang tunai nanti bisa dikumpulkan di satu tempat dari penanggung jawab panitia atau Rumah Zakat."
Acara ini ternyata tak cuma melibatkan para pelaku bisnis kopi. Jaringan kolaborasinya luas. Ada musisi lokal, juga komunitas otomotif baik roda dua maupun roda empat dari seantero Kalbar. Mereka mengumpulkan dana dari anggota klub masing-masing sebelum akhirnya disatukan di sini.
Suasana makin hidup berkat penampilan para musisi, baik solo maupun band, yang manggung sejak pukul lima sore. Mereka hibur pengunjung yang datang sambil berdonasi.
Nah, untuk coffee shop yang terlibat, beberapa di antaranya adalah Monkee (sebagai tuan rumah), Segitiga Coffee, Tumbuh, Gals Coffee, Gayo Kopitiam, Kopi Es Berjaya, dan Kedai Kopi Lagi. Sederet nama yang biasa menghiasi peta nongkrong anak muda Pontianak, kini berbalut semangat gotong royong.
Artikel Terkait
Dahlan Iskan Ungkap Kerugian Rp2 Triliun Akibat Guncangan Harga Batu Bara
Potret Pahit Pendidikan Indonesia: Skor TKA 2025 Buka Mata dan Jurang Antardaerah
Buku Hijau di Toko Itu Membawanya Menuju Syahadat
Jakarta Timur Paling Parah, 15 RT Masih Terendam Banjir