Proyeksi Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025: Solid di 5%, Ini Pendorong dan Tantangannya

- Selasa, 04 November 2025 | 19:36 WIB
Proyeksi Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025: Solid di 5%, Ini Pendorong dan Tantangannya

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025 Tetap Solid di 5%

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2025 diproyeksikan tetap solid di kisaran 5 persen. Analisis para ekonom menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor menjadi penopang utama, meskipun terjadi pelemahan di sisi investasi dan realisasi belanja pemerintah.

Analisis Ekonom: Konsumsi Domestik dan Ekspor Jadi Penopang

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,04 persen. Meski sedikit melambat dari pertumbuhan kuartal II yang sebesar 5,12 persen, konsumsi rumah tangga dinilai tetap kuat didukung oleh inflasi yang rendah dan peningkatan pendapatan petani.

"Inflasi umum September 2025 tercatat 2,65 persen yoy, inflasi inti 2,19 persen yoy, dan nilai tukar petani naik 3,37 persen yoy," jelas Josua. Ia menambahkan bahwa investasi masih ditopang oleh proyek infrastruktur serta program prioritas pemerintah seperti perumahan dan program makan bergizi gratis.

Perbedaan Pandangan di Kalangan Ekonom

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin memberikan proyeksi yang sedikit lebih rendah, yaitu di kisaran 4,9-5,0 persen. Menurut analisisnya, investasi di sektor sumber daya alam dan hilirisasi masih menunjukkan kekuatan, namun daya beli masyarakat mengalami pelemahan.

"Penjualan motor, mobil, dan semen yang turun menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga belum pulih sepenuhnya," ungkap Wijayanto.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,05 persen dengan konsumsi rumah tangga tumbuh 5 persen dan ekspor naik 11 persen year-on-year. Namun, investasi diperkirakan melambat ke 4,5 persen seiring dengan normalisasi proyek dan penurunan realisasi belanja pemerintah.

Kinerja Ekspor dan Optimisme Pemerintah

Dari sisi eksternal, ekspor nonmigas tumbuh signifikan sebesar 10,7 persen year-on-year, sementara impor nonmigas terkontraksi tipis sebesar 0,8 persen year-on-year. Kondisi ini memberikan kontribusi positif terhadap neraca perdagangan Indonesia.

Pemerintah menyatakan optimisme bahwa laju pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga di atas 5 persen pada kuartal III 2025. Menteri Keuangan Purbaya mengakui adanya kemungkinan perlambatan pertumbuhan ekonomi di kuartal III, namun tetap memperkirakan angka di kisaran 5 persen.

"Sedikit di atas 5 persen lah pertumbuhan ekonomi kuartal III. Mungkin lebih rendah dari kuartal II, tapi sepertinya sedikit," kata Purbaya. Untuk tahun penuh 2025, Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,2 persen, didukung oleh stimulus fiskal dan kebijakan yang kuat.

Proyeksi Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo justru memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025 akan lebih tinggi dari kuartal II. "Terutama didorong oleh kinerja ekspor yang masih sangat bagus dan berbagai kebijakan untuk mendorong kredit dan pembiayaan, serta implementasi proyek prioritas pemerintah," jelas Perry.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 akan berada sedikit di atas titik tengah kisaran 4,7-5,5 persen, didukung oleh implementasi berbagai proyek strategis dan kebijakan ekonomi pemerintah.

Secara keseluruhan, para ekonom sepakat bahwa ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketangguhan berkat konsumsi domestik yang stabil, inflasi yang terkendali, dan kinerja ekspor yang kuat. Meski demikian, perlu kewaspadaan terhadap risiko perlambatan investasi dan pelemahan daya beli masyarakat pada akhir tahun 2025.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar