Aksi ini pun menuai kritik pedas. Banyak yang bilang gaya dakwahnya sudah kelewat batas.
“Geli banget sama orang yang branding agamis tapi kelakuannya begini. Pelecehan seksual itu dilarang siapa pun pelakunya,” tulis seorang warganet dengan nada kesal.
Yang lain menyindir ironi ajaran agama. “Di agama disuruh jaga pandangan, ini malah minta ditatap,” cetus netizen lainnya.
Tak sedikit pula yang mengeluhkan gaya komunikasi ustadzah muda ini. Mereka menilai dia masih terjebak dalam pola lawakan lama yang tidak sensitif terhadap isu perlindungan anak. “Dikiranya bisa dakwah modern, ternyata ikut-ikutan gaya lawakan norak,” tulis komentar lain.
Kontroversi ini kembali memantik diskusi serius tentang batas etika dalam berceramah, terutama saat melibatkan anak-anak. Publik berharap humor dalam dakwah tak sampai mengorbankan kenyamanan dan martabat anak.
Sampai saat ini, Ning Umi Laila belum memberikan pernyataan resmi. Tapi tekanan publik makin besar, mendesak para penceramah agar lebih berhati-hati dalam memilih gaya komunikasi. Jangan sampai anak jadi objek candaan.
Artikel Terkait
BMKG Makassar Peringatkan Potensi Hujan Ringan dan Angin Kencang di Sulsel
Fortuna Sittard Taklukkan NEC Nijmegen 3-2, Justin Hubner Cetak Gol
Al Nassr Bangkit dari Ketertinggalan, Raih Kemenangan 3-1 Berkat Gol Bunuh Diri Lawan dan Al Hamdan
Bayern Munich Kalahkan Borussia Dortmund 3-2 dalam Laga Sengit Der Klassiker