Di Hotel Gumaya Semarang, Sabtu (28/2) lalu, suasana pelepasan Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Jawa Tengah, Lampri, berlangsung hangat. Dalam acara itu, Gubernur Luthfi menegaskan satu hal penting.
"Kolaborasi yang sudah lama terjalin ini harus ditetapkan dan ditingkatkan, terlepas ada atau tidaknya pergantian pimpinan BPN Jawa Tengah,"
Begitu bunyi keterangan tertulisnya yang dibagikan ke media pada Minggu (1/3/2026). Intinya jelas: kerja sama harus terus berjalan, siapapun yang memimpin nanti.
Menurut Luthfi, peran BPN itu strategis banget. Mereka ujung tombak untuk urusan kepastian hukum hak atas tanah, dari level kabupaten sampai ke desa-desa. Makanya, menurutnya, menggandeng BPN dan stakeholder lain bukan pilihan, tapi keharusan jika ingin tuntas mengurai masalah pertanahan yang kerap rumit.
Nah, bicara soal pencapaian, Lampri punya catatan selama setahun memimpin. Banyak persoalan di kabupaten dan kota yang berhasil dituntaskan. Salah satu yang dia soroti adalah LSD (Lahan Sawah Delapan), komponen kunci untuk mengukuhkan Jateng sebagai lumbung pangan nasional.
“Di samping lahan pertanian, Pemprov Jateng juga membangun kolaborasi dengan ATR/BPN terkait dengan dukungan investasi,” jelas Lampri.
“Kepastian hukum hak atas tanah bagi investor menjadi salah satu elemen penting dalam realisasi investasi di Jawa Tengah. Tentunya tanpa mengubah lahan sawah dilindungi,”
Kolaborasi itu sendiri punya bentuk yang konkret, lho. Ia diwujudkan dalam nota kesepakatan tentang Sinergitas Penyelenggaraan Urusan Agraria, Pertanahan dan Penataan Ruang. Ada juga Perjanjian Kerja Sama Sertifikasi Hak Atas Tanah Lahan Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Artikel Terkait
Kemenhaj Imbau 58 Ribu Jemaah Umrah Tetap Tenang di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Shell dan Pertamina Naikkan Harga BBM, Stok Shell di Jakarta Habis
Konflik AS-Israel-Iran Ganggu Penerbangan Timur Tengah di Soekarno-Hatta
Toyota Veloz Hybrid Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp 299 Juta