Tanah Ambles Lagi di Kembangan, Warga: Ini Sudah Kedua Kalinya!

- Minggu, 04 Januari 2026 | 18:24 WIB
Tanah Ambles Lagi di Kembangan, Warga: Ini Sudah Kedua Kalinya!

Jalan H. Jafar di Kembangan Selatan, Jakarta Barat, mendadak jadi sorotan Jumat malam lalu. Tepatnya pukul tujuh lewat tujuh menit, tanah di RT 06 RW 01 itu ambles. Suara gemuruhnya memecah keheningan malam, menandai peristiwa longsor yang cukup mengkhawatirkan.

Menurut Mohamad Yohan dari BPBD Jakarta, penyebabnya diduga kuat adalah abrasi. "Abrasi tanah di bibir sungai aliran Angke Hulu," jelasnya lewat keterangan tertulis.

Namun bagi warga sekitar, ini bukan kejadian pertama. Hasan, seorang warga berusia 43 tahun yang rumahnya persis berhadapan dengan lokasi, mengaku ini sudah kali kedua.

"Sebelum amblas, depannya bronjong. Ini kedua kali. Pertama udah 5 tahun lalu, amblas lagi (sekarang). Makanya bronjong yang awal masih ada. Enggak ke mana-mana, cuman tanah yang di sini doang kemakan, jadi amblas ke bawah aja,"

Ceritanya pada Minggu sore, suaranya masih terdengar was-was. Ia ingat betul momen kejadiannya. Saat itu, azan Isya baru saja berkumandang.

"Jadi suara seng doang tuh, brek, gitu doang. Abis azan Isya. Pas dicek, langsung amblas aja begitu,"

Untungnya, tak ada korban jiwa atau warga yang harus mengungsi. Meski begitu, dampaknya cukup signifikan. Sebuah tiang listrik ikut terancam akibat material tanah yang hilang. Soal kerugian material, tim masih mendata.

"Objek terdampak adalah tiang listrik. Tak ada korban jiwa," tegas Yohan.

Proses penanganan pun tak ditunda-tunda. Sekitar pukul 20:44 WIB malam itu juga, berbagai pihak sudah bergerak. Mereka berkoordinasi untuk mengamankan lokasi.

Tim gabungan dari P2B BPBD, Satpol PP, hingga personel kelurahan dan kepolisian langsung turun tangan. Sampai saat ini, situasi sudah lebih terkendali, meski kewaspadaan tetap dijaga.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar