Heboh anggaran mobil dinas Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yang mencapai Rp 8,5 miliar ternyata juga diamati oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Lembaga antirasuah itu pun memberikan peringatan: belanja barang dan jasa harus benar-benar sesuai peruntukannya, jangan sampai melenceng.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengakui isu ini ramai beredar. "Kami ikuti pemberitaannya," katanya.
Menurutnya, dalam belanja daerah, perencanaan yang matang dan sesuai kebutuhan itu krusial. Namun yang paling penting adalah proses pengadaannya.
"Pengadaan barang dan jasa itu sering jadi lahan korupsi," ujar Budi. Praktik curang seperti pengkondisian, mark-up harga, hingga penurunan spesifikasi kerap dicari pelaku untuk meraup keuntungan. "Semua mekanisme harus kita lihat, apakah sudah berjalan semestinya," tegasnya.
Dia juga menekankan soal kesesuaian kebutuhan. "Jangan sampai butuhnya A, belanjanya B. Itu yang bikin jadi tidak sinkron," jelas Budi.
Di sisi lain, KPK melalui fungsi pengawasannya juga memantau persoalan mobil dinas ini. Mereka menemukan fakta yang cukup mengganggu: banyak mantan pejabat yang ternyata tidak mengembalikan kendaraan dinasnya setelah purnatugas.
"Masih banyak mobil dinas yang dikuasai pejabat sebelumnya dan tak dikembalikan ke pemda," tuturnya.
Hal itu, lanjut Budi, berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah dan bisa menjurus ke tindak pidana korupsi. "Itu yang harus hati-hati," imbuhnya.
KPK pun mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama melakukan pengawasan. Budi meminta agar publik melapor jika menemukan indikasi penyelewengan, baik dalam pengadaan barang maupun penggunaan aset negara.
"Yang melihat langsung di lapangan kan masyarakat. Jadi silakan laporkan jika menemukan dugaan penyimpangan, ke KPK atau aparat penegak hukum lainnya," ajaknya.
Sebelumnya, Gubernur Rudy Mas'ud sendiri telah membela pengadaan ini. Katanya, semua dilakukan sesuai aturan dan untuk menjaga marwah Kaltim sebagai provinsi besar.
Rincian anggaran itu sebelumnya dijelaskan oleh Sekda Kaltim, Sri Wahyuni. Menurutnya, rencana pengadaan sudah melalui pertimbangan matang, menimbang kebutuhan kedinasan dan efektivitas kerja gubernur.
Alasannya, medan di Kaltim ekstrem. Wilayahnya luas dengan karakteristik geografis yang berat. Mobil dinas gubernur, kata Sri, harus mampu menjangkau pelosok untuk memantau masalah langsung.
"Contohnya saat kunjungan ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang dikeluhkan warga. Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu, dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif," ujar Sri Wahyuni.
Artikel Terkait
Ibas Soroti Potensi Ekonomi dan Tantangan Industri Kreatif di Forum Museum Nasional
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Siap Bertarung di Babak Semifinal
Wamen Dalam Negeri: Program Strategis Nasional Harus Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Mendagri Beri Tenggat Satu Pekan untuk Pendataan Huntap Korban Bencana Sumatera