Selasa sore (31/3/2026) lalu, suasana di SPBU Jalan Moh Kahfi I, Jagakarsa, terlihat jauh berbeda dari biasanya. Bukan antrean panjang yang menghiasi, melainkan keheningan. Pompa-pompa bensin berdiri diam. Stok bahan bakar minyak di sana ternyata sudah habis.
Kondisi itu terekam dalam sebuah unggahan di akun Instagram @jagakarsa_update. Dalam foto yang beredar, area SPBU tampak lengang dan gelap saat malam hari. Menurut narasi yang menyertai, stok BBM habis sejak sore. Pemicunya diduga aksi panic buying warga, yang kalap karena mendengar kabar burung soal kenaikan harga.
Kepala Petugas Pengawasan SPBU setempat, Didi Muslim, membenarkan kejadian itu. Ia mengaku sejak pagi hari, konsumen sudah membludak.
"Di SPBU kami ini konsumen membeludak gitu loh. Jadi antrean begitu penuh, banyak, sampai stok kami habis,"
kata Didi saat ditemui Rabu (1/4/2026).
Menurut penjelasannya, stok hari itu memang sudah terbatas. Pasokan dari truk tangki belum datang sejak pagi. Sementara permintaan melonjak drastis. Akibatnya, persediaan yang ada pun ludes satu per satu.
Didi merinci, Pertamax habis duluan sekitar pukul tiga sore. Pertamax Turbo bahkan lebih cepat, lenyap sejak pukul dua siang. Sementara Pertalite bertahan lebih lama, baru habis ketika matahari terbenam, sekitar pukul enam petang. Stok yang tersedia sebelumnya memang tak banyak: Pertamax 8 kiloliter, Pertalite 11 KL, Pertamax Turbo 8 KL, plus Dex.
Namun begitu, Didi menegaskan satu hal: harga di pom bensinnya tetap normal. "Sementara ini masih harga normal seperti kemarin," ujarnya. Kini, situasi sudah berangsur pulih. Pasokan baru telah datang dalam jumlah yang cukup untuk keempat jenis BBM tersebut, sehingga antrean pun kembali wajar.
Isu yang memicu kepanikan ini sebenarnya sudah ditepis oleh pemerintah. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dengan tegas memastikan tidak ada rencana penyesuaian harga BBM, baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi.
"Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,"
kata Prasetyo dalam pernyataan resminya, Selasa (31/3).
Keputusan ini, disebutkannya, merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin menjaga kepentingan masyarakat. Prasetyo juga menjamin stok BBM nasional dalam kondisi stabil. Ia mengimbau publik untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Artikel Terkait
Remaja 19 Tahun Perkosa dan Bunuh Siswi SD di Makassar, Polisi Sebut Aksi Sudah Direncanakan
Jadwal Imsak, Buka Puasa, dan Salat di Jakarta Hari Ini, Kamis 28 Mei 2026
AMPI Salurkan Daging Kurban ke Warga Jakarta, Wujud Kepedulian Sosial Pemuda
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sembilan Wilayah Jawa Tengah hingga Kamis Pagi