Pencarian korban longsor di Desa Bongas akhirnya berakhir dengan kabar duka. Setelah berhari-hari digenangi hujan dan harapan, jasad H (60 tahun) berhasil ditemukan tim SAR dalam keadaan tak bernyawa. Ia adalah korban terakhir yang ditemukan.
Kisahnya sungguh memilikan. Bersama anaknya, A (40), H tertimbun material longsor saat mereka berdua tengah bekerja di sawah pada Minggu lalu. Pencarian langsung digelar, namun alam tak bersahabat. Jasad sang anak berhasil dievakuasi sehari kemudian, Senin. Sementara H masih hilang.
Operasi gabungan pun dikerahkan. Tak main-main, gabungan dari Polres Pemalang, Brimob, TNI, hingga relawan dan BPBD turun langsung. Mereka bekerja keras, menyisir area yang berbahaya dengan bantuan anjing pelacak dari Unit K9.
Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, mengonfirmasi temuan terakhir ini pada Jumat.
“Korban atas nama H ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke rumah duka,”
Begitu jasad korban utama dibawa keluar, tim tak langsung bubar. Mereka masih melakukan penyisiran menyeluruh. Tujuannya jelas: memastikan tak ada lagi korban lain yang tertinggal di bawah timbunan tanah dan bebatuan.
Setelah yakin area sudah bersih dan aman, operasi pencarian resmi diakhiri hari ini juga. Babak penuh ketegangan itu akhirnya ditutup.
Rendy, mewakili seluruh tim, menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam.
“Doa kami menyertai para korban. Semoga husnulkhatimah dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan,”
Kini, yang tersisa adalah kesunyian di sawah itu dan duka yang mendalam bagi keluarga yang kehilangan. Dua nyawa melayang dalam sekejap, mengingatkan kembali betapa rawannya kawasan itu saat musim hujan tiba.
Artikel Terkait
KPK Dalami Penelusuran Aset dan Pengisian Kuota Haji Tambahan di Kasus Yaqut Cholil Qoumas
Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Getaran Terasa Hingga Pinrang Sulsel
Mahfud MD: Peradilan Militer Hanya untuk Tindak Pidana Pertahanan, Kejahatan Umum Prajurit Harus Diadili di Peradilan Umum
Menteri Pertanian Beri Bantuan Pribadi untuk Mahasiswa Papua yang Orang Tuanya Lumpuh Usai Debat soal Cetak Sawah