Mitsubishi Targetkan Pangsa Pasar Dua Digit di Indonesia pada 2026

- Minggu, 01 Maret 2026 | 09:15 WIB
Mitsubishi Targetkan Pangsa Pasar Dua Digit di Indonesia pada 2026

JAKARTA - Tahun ini, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) punya sejumlah target ambisius yang ingin dikejar. Mulai dari persiapan model baru hingga ekspansi jaringan dealer di Tanah Air. Presiden Direktur perusahaan, Atsushi Kurita, tampak optimis menyongsong 2026.

"Kami optimistis menghadapi tahun 2026 dengan menetapkan empat target utama," ujarnya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Target pertama, kata dia, adalah memperluas jaringan diler ke lebih banyak wilayah di Indonesia. Tak cuma itu, mereka juga berkomitmen memperkuat layanan dengan filosofi Passion to Care.

Selanjutnya, perusahaan ingin meningkatkan pengalaman pelanggan lewat digitalisasi dan kolaborasi berbasis AI. Yang tak kalah penting, Mitsubishi berencana menghadirkan model-model berkualitas tinggi.

"Menghadirkan model-model berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan Indonesia, termasuk opsi kendaraan hybrid," jelas Kurita.

Dengan langkah-langkah itu, ia yakin pangsa pasar bisa terdongkrak. "Melalui berbagai inisiatif tersebut, kami menargetkan pencapaian pangsa pasar dua digit pada tahun fiskal mendatang," tegasnya.

Lalu, bagaimana kinerja mereka sebelumnya? Di tengah persaingan yang makin ketat sepanjang 2025, Kurita mengaku cukup puas. Respons pasar terhadap produk-produk Mitsubishi dinilainya positif.

"Secara keseluruhan, kinerja lini produk kami tetap stabil dan memungkinkan kami meningkatkan pangsa pasar dari 8,3 menjadi 8,5," paparnya.

Beberapa model bahkan menunjukkan performa yang cukup dominan. Destinator, misalnya, meraih pangsa pasar 53,7 persen di kelasnya. L30 juga bertahan kuat dengan angka 47,5 persen.

Untuk model lain, Xpander dan Xpander Cross menguasai 24,2 persen pasar. Pajero Sport ada di angka 34,7 persen, diikuti Triton dengan 36,1 persen. Sementara itu, Xforce meraih porsi 11,2 persen.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar