Polda Metro Jaya Lacak Aset Bos Hanania Travel demi Pulihkan Kerugian Korban Umrah

- Selasa, 02 Juni 2026 | 17:05 WIB
Polda Metro Jaya Lacak Aset Bos Hanania Travel demi Pulihkan Kerugian Korban Umrah

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) saat ini tengah melakukan penelusuran terhadap seluruh aset milik Ahmad Syah Farhan, bos Hanania Travel yang diduga menipu calon jemaah umrah. Langkah ini diambil tidak semata-mata untuk menjerat tersangka secara hukum, melainkan juga untuk mengembalikan kerugian yang dialami oleh para korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Iman Imanuddin, menyatakan bahwa pelacakan aset menjadi prioritas utama dalam pengusutan kasus ini. Menurutnya, aset yang ditemukan nantinya dapat digunakan sebagai upaya pemulihan kerugian bagi para jemaah yang gagal berangkat.

“Terkait aliran dana, tentunya kami dalam hal penegakan hukum tidak semata-mata hanya menjalankan atau memenjarakan seseorang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tapi bagaimana memulihkan atau mengembalikan kerugian yang dialami oleh para korban,” ujar Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Ia menegaskan bahwa penyidik akan berupaya maksimal untuk menelusuri aliran dana dari tersangka ke pihak-pihak lain maupun penggunaannya untuk kepentingan tertentu. Proses ini, lanjutnya, diharapkan dapat menghasilkan aset yang bisa digunakan untuk mengganti kerugian para korban.

“Oleh karena itu, kami semaksimal mungkin akan berupaya untuk tracing aset atau aliran dana dari tersangka ke pihak-pihak lain atau digunakan untuk kepentingan-kepentingan lain, sehingga itu bisa digunakan untuk melakukan pemulihan kerugian bagi para korban,” jelasnya.

Sementara itu, Iman juga menyampaikan harapan agar hasil pemulihan aset tersebut dapat digunakan untuk memberangkatkan para calon jemaah umrah yang menjadi korban. Polda Metro Jaya berkomitmen untuk bekerja secara optimal demi mewujudkan keinginan para korban yang telah lama menanti keberangkatan ibadah mereka.

“Lebih jauhnya, mudah-mudahan bisa digunakan untuk para korban menjalankan ibadah umrahnya sebagaimana harapan para korban. Semaksimal mungkin kami akan lakukan upaya untuk penelusuran atau tracing terhadap aset-aset dan aliran dana yang dimiliki atau dilakukan oleh tersangka,” pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar