Klub Liga Pro Arab Saudi, Al-Nassr, tengah menghadapi krisis finansial yang serius. Kondisi ini memaksa manajemen klub membekukan aktivitas transfer pemain baru menjelang musim depan. Masalah administrasi dan akumulasi utang yang membengkak menjadi pemicu utama kebijakan tersebut.
Menurut laporan media lokal Arriyadiyah, total kewajiban dan utang Al-Nassr telah melampaui angka 800 juta riyal, atau setara dengan 213 juta hingga 280 juta dolar AS. Pemilik klub, Public Investment Fund (PIF), menetapkan aturan ketat: Al-Nassr hanya boleh merekrut pemain baru jika mampu membiayainya dari pendapatan komersial dan sponsor sendiri.
Beban keuangan klub semakin berat akibat pengeluaran gaji pemain bintang yang sangat tinggi dalam beberapa musim terakhir. Gaji Cristiano Ronaldo yang mencapai 625 juta dolar AS selama tiga setengah tahun belum sebanding dengan prestasi yang diraih klub. Dalam periode tersebut, Al-Nassr hanya berhasil memenangkan satu gelar liga.
Akibat krisis ini, Al-Nassr menjadi salah satu dari tiga klub di Liga Roshn yang belum mendatangkan pemain baru pada bursa transfer musim panas ini, bersama Al-Hazm dan Al-Riyadh. Pembekuan transfer juga menunda kesepakatan untuk merekrut gelandang Real Mallorca, Samu Costa, meskipun pemain tersebut telah menyetujui kesepakatan secara pribadi.
Di tengah kekosongan kepemimpinan setelah berakhirnya masa jabatan presiden Abdullah Al-Majed, pelatih baru Ange Postecoglou mulai mengalihkan fokus pada potensi internal klub. Al-Nassr mempertimbangkan untuk mempromosikan talenta muda asal Irak, Haidar Abdul-Karim, untuk mengisi lini tengah setelah Marcelo Brozovic dilepas demi menghemat anggaran.
Artikel Terkait
Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Habiskan Liburan di Mallorca
Ronaldo Bujuk Bruno Fernandes Gabung Al-Nassr di Bursa Transfer 2026
Krisis Keuangan Terpa Al-Nassr, Gaji Pemain Tertunda dan Transfer Dibekukan
Youri Djorkaeff Tuding Pemain Portugal Boikot Cristiano Ronaldo