Suara presenter televisi pemerintah Iran terdengar bergetar saat membacakan pengumuman itu. Negaranya, katanya, akan memasuki masa berkabung. Ini resmi: Iran menetapkan perkabungan nasional selama 40 hari, menyusul konfirmasi meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu, 1 Maret 2026.
Media-media pemerintah di Teheran sendiri yang mengabarkan berita duka ini, mengutip langsung pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Namun begitu, pernyataan itu terkesan singkat dan tertutup. Tidak ada penjelasan rinci soal apa yang menjadi penyebab kematian sang pemimpin berusia 86 tahun itu. Bahkan, siapa penggantinya pun belum disebutkan.
Menurut sejumlah saksi, suasana di ibu kota Iran terasa mencekam dan hening.
Kabar wafatnya Khamenei ini datang di tengah situasi yang sudah sangat panas. Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyatakan bahwa Khamenei tewas dalam serangan gabungan mereka.
Serangan itu, yang digambarkan sebagai bagian dari operasi militer besar AS-Israel, memang langsung memicu eskalasi dahsyat. Kawasan Timur Tengah kembali bergejolak. Iran tak tinggal diam; mereka sudah melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan beberapa negara Teluk.
Kini, dengan diumumkannya masa berkabung nasional selama 40 hari, sebuah babak baru dalam sejarah modern Iran pun dimulai. Babak yang penuh tanda tanya dan ketidakpastian, sementara dunia menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Artikel Terkait
Kapolda Riau Ajak Masyarakat Jadikan Hari Lahir Pancasila Kompas Moral Jaga Persatuan Bangsa
Tiongkok Kirim Tim Medis Darurat dan Bantuan Kemanusiaan ke Kongo Tangani Wabah Ebola
Remaja 14 Tahun di Palmerah Jadi Korban Pencabulan Pemuda 18 Tahun, Terungkap dari Dompet di Kamar Korban
Kiai dan Akademisi Solo Raya Gelar Halaqah Jelang Muktamar NU ke-35, Soroti Peran Moral Ulama