Kondisi warga negara Indonesia di Iran terus dipantau dengan ketat oleh pemerintah kita. Ini menyusul aksi militer yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat akhir pekan lalu, yang langsung memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah. Menurut Kementerian Luar Negeri, koordinasi dengan KBRI Teheran dilakukan secara intens untuk memastikan keselamatan setiap WNI di sana.
Serangan gabungan AS dan Israel itu sendiri terjadi pada Sabtu, 28 Februari. Sasaran mereka adalah sejumlah titik strategis, termasuk ibu kota Iran, Teheran. Akibatnya, situasi di kawasan yang sudah rentan itu pun langsung memanas.
Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan beberapa pangkalan militer AS yang tersebar di Timur Tengah. Klaim dari Teheran, puluhan instalasi militer Amerika di sekitar Teluk menjadi target mereka.
Dampaknya terasa di setidaknya lima kota Iran: Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, dan tentu saja Teheran. Dari Washington, Presiden Donald Trump muncul dengan pernyataan video yang keras.
Artikel Terkait
Kemenhaj Imbau 58 Ribu Jemaah Umrah Tetap Tenang di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Shell dan Pertamina Naikkan Harga BBM, Stok Shell di Jakarta Habis
Konflik AS-Israel-Iran Ganggu Penerbangan Timur Tengah di Soekarno-Hatta
Toyota Veloz Hybrid Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp 299 Juta