Di sisi lain, profil pelaku ternyata cukup menarik. Andri memaparkan bahwa HS sudah aktif di dunia trading kripto sejak tahun 2017. "Dia mengenal perdagangan aset kripto sejak 2017," ujarnya. Jadi, boleh dibilang dia bukan pemula.
Namun begitu, di kehidupan sehari-harinya, HS ternyata berprofesi sebagai distributor aksesori komputer. "Tersangka memiliki latar belakang sebagai distributor aksesori dan perlengkapan komputer," kata Andri. Latar belakang pendidikannya adalah lulusan SMK, dan dia diketahui sangat aktif berinvestasi di mata uang kripto.
Menurut penjelasan yang diterima dari konfirmasi terpisah, motifnya diduga kuat karena faktor ekonomi. "Hasil kejahatan untuk keperluan yang bersangkutan karena faktor ekonomi," ungkap Andri. HS akhirnya berhasil diamankan pada tanggal 15 September 2025 di Kabupaten Bandung. Kasus ini pun masih terus diselidiki lebih lanjut.
Artikel Terkait
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP