Wall Street Berakhir Bervariasi, Investor Fokus pada Laporan Kuartalan Nvidia
Pasar saham Amerika Serikat mencatat penutupan beragam pada sesi Jumat lalu. Sentimen investor dipengaruhi oleh antisipasi terhadap hasil kinerja kuartalan Nvidia dan kekhawatiran penundaan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada Desember mendatang.
Performa Indeks Saham Utama Wall Street
Indeks S&P 500 mengalami penurunan tipis 0,05 persen ke level 6.734,11 poin. Berbeda dengan S&P 500, Nasdaq justru menguat 0,13 persen menjadi 22.900,59 poin. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average tercatat turun signifikan sebesar 0,65 persen ke posisi 47.147,48 poin.
Perdagangan sempat mengalami tekanan dengan ketiga indeks utama terkoreksi lebih dari 1 persen sebelum akhirnya berhasil memulihkan sebagian kerugian. Secara mingguan, S&P 500 dan Dow Jones masing-masing naik 0,1 persen dan 0,3 persen, sedangkan Nasdaq mengalami penurunan 0,5 persen.
Pergerakan Sektor dan Saham Terkini
Sebanyak tujuh dari sebelas sektor utama di S&P 500 menutup perdagangan di zona merah. Sektor material dan keuangan menjadi yang tertekan dengan penurunan masing-masing sebesar 1,18 persen dan 0,97 persen.
Di antara saham-saham unggulan, Nvidia, Palantir, dan Microsoft berhasil mencetak kenaikan lebih dari 1 persen. Sebaliknya, UnitedHealth Group dan Visa mengalami tekanan jual dengan penurunan masing-masing 3,2 persen dan 1,8 persen, memberikan dampak negatif terhadap performa Dow Jones.
Berita Perusahaan dan Akuisisi
Warner Bros Discovery membuka perdagangan dengan kenaikan 4 persen menyusul perubahan perjanjian kerja CEO David Zaslav. Di sisi lain, saham Cidara Therapeutics melonjak lebih dari dua kali lipat setelah Merck mengumumkan rencana akuisisi senilai hampir 9,2 miliar dolar AS.
Faktor Penggerak Pasar dan Prospek Kebijakan Moneter
Laporan kuartalan Nvidia menjadi fokus utama investor pekan depan sebagai indikator momentum perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Kekhawatiran juga muncul terkait valuasi saham-saham teknologi yang dinilai sudah mahal.
Ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve pada Desember semakin memudar seiring tanda-tanda inflasi yang masih bertahan. Probabilitas pemotongan suku bunga 25 basis poin telah turun di bawah 50 persen dari level 67 persen pada minggu sebelumnya.
Pernyataan Presiden Federal Reserve Kansas City Jeffrey Schmid mengindikasikan kekhawatiran terhadap inflasi yang masih terlalu tinggi. Sikap ini berpotensi mempengaruhi keputusan kebijakan moneter pada pertemuan Desember mendatang.
Ketidakpastian juga muncul terkait data ekonomi menyusul berakhirnya penutupan pemerintah AS. Dalam perkembangan perdagangan global, pemerintah Swiss mengumumkan penurunan tarif AS atas barang-barang Swiss menjadi 15 persen dari sebelumnya 39 persen.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar