PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) baru saja mengumumkan rencana penggalangan dana segar. Perusahaan unggas milik Tumiyana ini bakal menggelar rights issue, atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Targetnya? Cukup besar, yakni hingga Rp600,47 miliar.
Rinciannya begini. Perseroan berencana menerbitkan sekitar 6 juta lembar saham baru. Nilai nominalnya Rp50 per saham. Nah, dengan tambahan saham sebanyak itu, bakal ada efek pengenceran atau dilusi kepemilikan yang cukup signifikan, mencapai 31,69 persen.
Yang menarik, harga pelaksanaannya ditetapkan di Rp100 per lembar. Angka ini ternyata lebih tinggi ketimbang harga saham WMUU di pasar reguler, yang saat ini berkutat di level Rp90. Sebuah langkah berani, tentunya.
Lalu, bagaimana mekanisme buat pemegang saham lama? Rasio HMETD-nya ditetapkan: untuk setiap 125 saham lama, pemegang saham berhak mendapatkan 58 HMETD yang nantinya bisa ditukar jadi saham baru. Kalau dapatnya pecahan, akan dibulatkan ke bawah.
Di sisi lain, pemegang saham pengendali WMUU, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), sudah menyatakan komitmen penuh. Mereka akan melaksanakan seluruh haknya dalam rights issue ini. Saat ini, WMPP memegang kendali atas 40,94 persen saham WMUU.
“WMP akan melaksanakan haknya dengan cara mengonversi hak tagih kepada perseroan. Baik melalui hak yang dimiliki atau mekanisme lain yang diperbolehkan sesuai peraturan,” jelas manajemen WMUU dalam pernyataan resminya.
Tak cuma itu, WMPP juga bersedia jadi standby buyer atau pembeli siaga. Mereka berjanji akan menyerap sisa saham yang tak terambil, hingga batas 1,6 miliar lembar, dengan mengonversi hak tagihnya yang masih ada.
Lantas, untuk apa dana segar sebesar itu? Rencananya, hasil dari rights issue akan dialokasikan untuk modal kerja. Tujuannya jelas: mendukung kelancaran operasional perusahaan ke depannya.
Bagi investor yang ingin ikut serta, catat tanggalnya. Pencatatan pemegang saham yang berhak mendapatkan HMETD dilakukan per 1 Juli 2026. Sementara itu, pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) baru akan dilakukan pada 3 Juli, dengan masa perdagangkan berlangsung dari 3 hingga 9 Juli 2026.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
BEI Cabut Suspensi Saham UDNG, Perdagangan Kembali dengan Pengawasan Khusus