Target operasional pabrik baru PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) di Sumedang ternyata lebih cepat dari perkiraan. Awalnya, pabrik yang terletak di Kecamatan Cimanggung, Jawa Barat itu diperkirakan selesai lebih lama. Namun, manajemen kini memproyeksikan pabrik tersebut bisa mulai berjalan pada Juli 2026. Cukup cepat, bukan?
Dari segi kapasitas, pabrik baru ini bakal memberi angin segar. Diperkirakan, ada tambahan produksi sekitar 45 ribu ton. Untuk mewujudkannya, perseroan tak tanggung-tanggung menggelontorkan dana hampir Rp700 miliar. Angka yang fantastis untuk sebuah lompatan bisnis.
MBR, yang kita tahu bagian dari Garuda Food Group, memang sedang gencar. Mereka tak cuma membangun pabrik. Gudang besar juga sudah didirikan di lokasi yang bersebelahan. Selama ini, MBR dikenal lewat produk keju andalannya, Prochiz dan Topchiz.
Hardianto Atmadja, Direktur Utama PT Garudafood Putraputri Jaya Tbk (GOOD), memberikan konfirmasi soal target ini beberapa waktu lalu.
"Harapannya setelah Lebaran, (pabrik keju) bisa diresmikan. Di sini juga akan ada gudang terbesar se-Indonesia di grup Garuda Food," ujarnya.
Ekspansi Grup Garuda Food memang sedang panas-panasnya. Menjelang akhir 2025 lalu, mereka juga meresmikan pusat edukasi bernama Chocolatos X Quest di Kawasan Industri Dwipapuri. Tempat ini unik, menampilkan proses produksi pabrik mereka lewat teknologi LED-immersive. Jadi, pengunjung bisa merasakan pengalaman yang lebih hidup.
Di sisi lain, langkah ekspansi KEJU sendiri terbilang agresif. Mereka tak cuma fokus pada pabrik baru. Ada dua lini usaha baru yang sedang digarap: penjualan cokelat dan restoran. Untuk bisnis cokelat, tim pemasaran MBR akan menangani produk seperti cokelat blok, filling, dan powder dengan merek Chocolatos Professional. Kerja sama dengan Garuda Food Group tentu jadi pendorong utamanya.
Lalu, khusus untuk restoran, konsepnya cukup menarik. Mereka akan membuka gerai bernuansa keju dengan nama "Rumah Kreachiz". Lokasinya di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sepertinya, mereka ingin konsumen tak hanya menikmati produk di rak supermarket, tapi juga merasakan pengalaman langsung.
Semua rencana ini menunjukkan betapa perseroan tak mau berhenti berkembang. Dengan pabrik baru yang lebih cepat dari rencana, plus diversifikasi bisnis, masa depan mereka patut ditunggu.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar
BEI Cabut Suspensi Saham UDNG, Perdagangan Kembali dengan Pengawasan Khusus