Waspada Bencana Hidrometeorologi, Jawa dan Bali Jadi Fokus Utama
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengeluarkan peringatan dini untuk seluruh daerah di Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Jenis bencana ini meliputi banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi. Dari seluruh wilayah, kawasan Jawa dan Bali disebut-sebut memiliki tingkat kerawanan yang paling tinggi dan memerlukan perhatian khusus.
Puncak Curah Hujan Diprediksi November hingga Januari
Berdasarkan analisis cuaca, periode bulan November, Desember, dan Januari akan diwarnai dengan puncak musim hujan. Wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan sangat tinggi membentang dari bagian selatan Sumatera, seperti Bengkulu, meliputi seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga bagian selatan Maluku dan Papua. Meski begitu, fokus utama berada di pulau Jawa dan Bali.
Mengapa Jawa dan Bali Menjadi Prioritas?
Alasan utama mengapa Jawa dan Bali mendapatkan perhatian lebih adalah karena kepadatan penduduknya yang sangat tinggi. Tito Karnavian menekankan bahwa dampak sebuah bencana, seperti tanah longsor, akan jauh lebih serius jika terjadi di kawasan permukiman padat penduduk dibandingkan di area yang tidak berpenghuni. Inilah yang mendasari pentingnya antisipasi ekstra di dua wilayah tersebut.
Langkah-Langkah Antisipasi dan Mitigasi yang Diinstruksikan
Pemerintah pusat melalui Mendagri telah menginstruksikan sejumlah langkah konkret kepada seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk memitigasi risiko bencana. Instruksi ini diberikan dalam sebuah rapat koordinasi lintas kementerian.
Artikel Terkait
Antrean Mulai Mengular di Banyumanik, Puncak Arus Balik Diprediksi Capai 196 Ribu Kendaraan
Fajar Berdarah di Caracas: Serangan AS Guncang Markas Militer Venezuela
Venezuela Tetapkan Status Keguncangan Eksternal Usai Tuding AS Lakukan Agresi
Krisis Lahan di TPU Karet: Saat Satu Kubur Menampung Tiga Generasi