Kejutan Besar di San Siro: Inter Milan Tersingkir oleh Bodo/Glimt
San Siro hening. Hasil yang nyaris tak terbayangkan benar-benar terjadi di babak playoff Liga Champions. Inter Milan, finalis musim lalu, harus angkat koper lebih awal. Yang mengusir mereka? Bodo/Glimt, tim asal Norwegia yang mencatatkan sejarah dengan kemenangan tandang-kandang yang sempurna.
Memang, tanda-tanda buruk sudah terlihat sejak leg pertama. Di Norwegia, Inter tumbang 1-3. Tapi banyak yang masih yakin, di Giuseppe Meazza yang legendaris, Nerazzurri bisa membalikkan keadaan. Nyatanya, harapan itu pupus sudah.
Pertandingan berjalan alot. Inter mendominasi penguasaan bola, tapi kesulitan menembus pertahanan rapat tamunya. Hingga memasuki babak kedua, skor masih 0-0. Tiba-tiba, semua berubah dalam empat menit yang mematikan.
Di menit ke-68, Jens Hauge berhasil melesakkan bola ke gawang Inter. Belum hilang keterkejutan, Hakon Evjen menggandakan keunggulan Bodo/Glimt hanya empat menit berselang. 0-2. Stadion seperti kehilangan napas.
Alessandro Bastoni berhasil meredam malu dengan gol hiburan di menit ke-76. Tapi itu sudah terlambat. Sorak-sorai kecil dari segelintir pendukung tamu justru terdengar semakin keras, merayakan mimpi yang jadi kenyataan.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Agregat 5-2 untuk keunggulan Bodo/Glimt. Mereka melenggang ke 16 besar, sementara Inter terkapar.
“Kami tidak bermain dengan karakter yang dibutuhkan. Ini pukulan yang sangat berat,” ujar pelatih Inter, suaranya datar dalam konferensi pers.
Di sisi lain, hari ini juga menjadi hari bahagia bagi beberapa klub lain. Atletico Madrid, Bayer Leverkusen, dan Newcastle United berhasil mengamankan tiket mereka ke babak berikutnya. Tapi cerita utamanya tetaplah kejatuhan sang raksasa dari Milano, yang dikalahkan oleh tim yang dianggap banyak orang hanya sebagai pemeran tambahan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Bangkit dari Posisi Buncit ke Papan Atas pada Hari Pertama Moto3 Hungaria 2026
Mathew Baker Debut di Timnas Senior, Kini Pemain Termuda Sepanjang Sejarah Indonesia
Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 118 Usai Kalahkan Oman 3-0 di FIFA Matchday
Mathew Baker Ukir Sejarah sebagai Pemain Termuda Timnas Indonesia Usai Debut di Kemenangan atas Oman