Komitmen Integritas Selama 22 Tahun Pengabdian
Dulyani yang telah mengabdi sebagai anggota Polantas selama 22 tahun menyatakan komitmennya untuk selalu menegakkan aturan dengan jujur. Ia menegaskan bahwa sejak awal tidak ada niat untuk meminta atau menerima uang dari pengendara.
"Memang nggak ada niat. Kalau ada niat saya matikan kamera, nggak ada saya posting," tegasnya. Menurut pengakuannya, ini bukan pertama kalinya ia menghadapi situasi serupa. Sebelumnya, ia juga pernah viral karena menolak suap saat menilang truk pengangkut batu yang overload.
Pandangan Tentang Praktek Suap di Jalan
Dulyani memberikan pandangan mendalam tentang praktek suap yang sering terjadi di jalan. Menurutnya, masalah suap tilang bukan hanya kesalahan dari pihak polisi saja, tetapi juga berasal dari pelanggar lalu lintas yang menawarkan uang.
"Yang saya lakukan untuk membongkar pungli di jalan bukan polisi yang minta, ada penawaran dari si pelanggar. Itu yang mau saya bongkar. Pemberi dan penerima suap sama-sama salah," tandasnya dengan tegas.
Kisah integritas Aiptu Dulyani ini menjadi contoh nyata tentang profesionalisme dan kejujuran dalam penegakan hukum lalu lintas. Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kesadaran bersama untuk mematuhi peraturan dan menghindari praktek suap yang merugikan semua pihak.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terperosok Usai Tumbang Lagi dari Persebaya
Kebakaran Hanguskan Pabrik Briket Arang di Cirebon, Diduga Akibat Oven Overheat
Banjir Rendam Ribuan Hektar Sawah, Klaim Asuransi Tani Tembus Rp 9,4 Miliar
Ramadan, Tradisi Ziarah ke Makam Ulama dan Tokoh Sejarah di Sulawesi Selatan