Badan Gizi Nasional Tegaskan Mobil Operasional SPPG Hanya untuk Distribusi Bantuan

- Rabu, 25 Februari 2026 | 23:05 WIB
Badan Gizi Nasional Tegaskan Mobil Operasional SPPG Hanya untuk Distribusi Bantuan

Mobil operasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) punya tugas khusus. Itu pesan tegas dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, kepada para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Intinya, kendaraan itu cuma untuk mengantar bantuan gizi ke sekolah dan posyandu, bukan untuk keperluan lain.

"Mobil operasional SPPG itu dipakai untuk mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah penerima manfaat dan posyandu, jangan dipakai untuk belanja, apalagi untuk urusan lain," tegas Nanik di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, sudah ada sanksi menanti bagi yang melanggar. Sanksinya berupa penghentian sementara operasional SPPG. Jadi, bukan main-main.

Di sisi lain, Nanik juga menyoroti soal kebersihan. Mobil yang dipakai belanja ke pasar, menurutnya, berisiko mengotori bahan pangan yang akan diolah. "Bisa dipastikan bahan baku yang dibeli masih harus dibersihkan lagi," ujarnya. Itu sebabnya, kebersihan mobil harus dijaga ketat.

Lalu, bagaimana kalau mitra atau pemasok memaksa menggunakan mobil SPPG untuk belanja?

"Kepala SPPG harus menolak dengan tegas," kata Nanik. "Saat berbelanja, pihak mitra atau pemasok yang harus mengupayakan kendaraan sendiri untuk mengangkut bahan pangan ke SPPG."

Begitu bahan baku sampai di SPPG biasanya sore hari tim harus langsung bergerak. Pengawas gizi, keuangan, dan asisten lapangan wajib memeriksa semuanya. Pengawas gizi khususnya harus jeli menilai kondisi, kualitas, dan kesegarannya.

"Kalau Anda menemukan bahan baku sudah tidak layak, apalagi busuk, dan harganya di-mark up, jangan terima. Anda harus tegas, kembalikan kepada pemasok, dan minta yang baru," tegasnya lagi.

Pengecekan teliti dan sikap tegas ini sangat krusial. Pasalnya, dalam beberapa kasus keamanan pangan di sejumlah SPPG, kerap ditemukan bahan baku yang kondisinya kurang segar sejak awal diterima. Jadi, kewaspadaan di tahap penerimaan ini benar-benar jadi kunci.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar