"Kami belum mengetahui motivasi kejahatan ini, (tetapi) bukti yang dikumpulkan sejauh ini tidak menunjukkan bahwa tindakan ini dimotivasi oleh bias, atau tindakan terorisme dalam negeri," kata Matt Platkin.
"Mengingat peristiwa global, dan dengan meningkatnya bias yang dialami banyak komunitas di seluruh negara bagian kita - khususnya komunitas Muslim - saat ini banyak orang di New Jersey yang merasakan rasa takut yang semakin besar," lanjutnya.
Platkin mengungkap bahwa lokasi kejadian merupakan rumah bagi 300.000 Muslim Amerika.
Sejak pecahnya perang Israel-Hamas, ada peningkatan serangan Islamofobia dan anti-Semit di seluruh Amerika Serikat.
Senada dengan Platkin, Jaksa wilayah Essex, Ted Stephens juga membenarkan bahwa Sharif ditembak lebih dari satu kali.
Menurutnya, sang imam bukan korban kejahatan bias atau ada kaitannya dengan terorisme.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kabarfajar.com
Artikel Terkait
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global