SWARGANTARA - Presiden Palestina, Mahmoud Abbad mengaku jika rakyatnya kini menghadapi perang pembersihan etnis usai Israel melancarkan ofensif mematikan di Jalur Gaza.
Meski begitu, Abbas mengaku jika mereka tak akan gentar untuk melakukan perlawanan terhadap Israel.
Ihwal itu ia sampaikan dalam pidato memperingati 59 tahun revolusi Palestina pada Minggu, 31 Desember 2023.
"Perang pembersihan etnis yang dilancarkan Israel tak akan membunuh tekad kami," kata Abbas dikutip di Anadolu pada Senin, 1 Januari 2024.
Baca Juga: MUI Kecam Agresi Israel di Palestina, Minta Semua Warga Islam Lakukan Hal Ini
"Kita akan tetap teguh di tanah air kita dan terus berjuang sampai kita meraih kemenangan dan kemerdekaan," sambungnya.
Pemimpin Palestina itu menandaskan Tepi Barat dan Jalur Gaza merupakan satu unit geografis yang tidak bisa dipisahkan.
Artikel Terkait
Bayar Duka di Garis Depan: Trauma dan Cedera Moral Melanda Tentara Israel Usai Dua Tahun Perang Gaza
Wanita Turki Klaim Diri Anak Donald Trump, Desak Tes DNA untuk Buktikan
Dewan Keamanan Membara: AS dan Iran Bertikai di PBB Sementara Armada Kapal Induk Bergerak
Foto Satelit AS Picu Guyonan Warganet Malaysia: Kami Cuma Punya Minyak Goreng, Bukan Minyak Bumi