Brigjen Donny Pramono, sang Kadispenad, baru-baru ini mengumumkan perubahan status pengamanan. Dari siaga satu, TNI AD kini turun ke level siaga tiga. Perubahan ini dilakukan jelang perayaan Idul Fitri, dengan tujuan memperkuat kesiapan pasukan dalam mengamankan wilayah.
"Kita melaksanakan kegiatan siaga tiga karena juga kita akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri,"
ujar Donny saat berbincang dengan para wartawan di Mabes TNI AD, Kamis lalu.
Dia dengan tegas menjelaskan, baik siaga satu maupun tiga sama sekali bukan respons atas situasi konflik atau peperangan di mana pun. Intinya berbeda. Siaga satu, menurut penjelasannya, lebih fokus pada pemeriksaan menyeluruh. Mereka mengecek kelengkapan alat utama sistem senjata dan memastikan kesiapan semua prajurit.
Nah, apel gelar pasukan besar-besaran di Silang Monas beberapa waktu lalu, Sabtu (7/3) kemarin, itulah wujud dari siaga satu. Setelah tahap itu selesai, barulah personel dialihkan untuk penjagaan selama Lebaran.
"Jadi eskalasi diturunkan jadi siaga tiga. Demikian untuk kita menghadapi rencana kegiatan Idul Fitri,"
tambahnya.
Di sisi lain, pengerahan personel sebenarnya sudah berjalan. Selama bulan Ramadan ini, prajurit TNI AD telah ditugaskan untuk mengamankan sejumlah objek vital negara. Mereka juga tersebar di titik-titik keramaian, berjaga agar arus mudik dan libur Lebaran nanti berjalan lancar dan terkendali.
Harapannya jelas. Dengan langkah-langkah ini, Donny berharap seluruh masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang, aman, dan penuh kekhidmatan.
Artikel Terkait
Bahlil Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet: Ada yang Perlu dan Tidak Perlu Disampaikan
Banyuwangi Kembali Raih Predikat Kabupaten Berkinerja Tertinggi Nasional Tahun 2026
Tim Taekwondo Polri Juara Umum Kejuaraan Dunia WTA Open 2026 di Osaka
Noel Kritik KPK Usulkan Pembatasan Jabatan Ketum Parpol, Sebut Lembaga Antirasuah Keluar Jalur