Dari sebuah saluran televisi di Gaza menunjukkan ratusan jenazah yang membusuk, beberapa di antaranya ditinggalkan selama 20 hari di reruntuhan dan jalanan, akhirnya dikuburkan oleh tim Pertahanan Sipil Gaza pada hari Sabtu.
Hampir seluruh penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta orang telah mengungsi dan terpaksa tinggal di tenda-tenda tipis atau di jalan-jalan di bagian selatan Jalur Gaza, dimana dilaporkan terjadi kelaparan yang meluas.
Israel telah lama mendesak warga Palestina untuk meninggalkan wilayah utara Gaza, namun pasukannya juga telah membombardir lingkungan di bagian tengah dan selatan wilayah kecil di pesisir tersebut.
Baca Juga: Tesla Meluncurkan Proyek Pabrik Baterai Shanghai
“Ke mana kita harus pergi? Tidak ada tempat yang aman,” kata Ziad, seorang petugas medis dan ayah enam anak.
“Mereka meminta orang-orang untuk pergi ke [kota Gaza tengah] Deir el-Balah, tempat mereka melakukan pengeboman siang dan malam," tambahnya lagi.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bisnispekanbaru.com
Artikel Terkait
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global