Menyikapi, sikap keberpihkan kedua negara adidaya tersebut, penulis merasa tertarik untuk membedah terkait motif dari dukungan kedua negara tersebut, apakah murni panggilan nurani kemanusiaan atau ada motif kepentingan politik. Mari kita simak.
Baca Juga: Israel Menyerang Sasaran di Gaza, Gencatan Senjata Dengan Hamas Runtuh
Sebelum penulis mengurai lebih jauh, terlebih dahulu penulis bergeser pada peristiwa mutakhir di daratan Amerika Latin yaitu konflik politik Venezuela, dalam konflik ini Rusia dan China sebagai negara sekutu wahid sama-sama mendukung pemerintahan Nicolas Maduro.
Kedua negara ini menunjukkan sikap yang serupa terhadap Palestina, dalam konflik politik Venezuela, Rusia dan China kompak mengecam Amerika Serikat atas kecamukan politik yang menimpa Venezuela.
Baca Juga: Israel Serang Rumah Sakit di Gaza! Para Pemimpin Dunia Mengambil Sikap Kecam Israel
Sementara Amerika Serikat (AS) dan konco-konconya meng-endorse pemimpin oposisi Majelis Nasional Vanezuela, Juan Guaido.
Perseteruan kedua negara adidaya tersebut semakin sengit dimulai sejak Maduro menjadi presiden Venezuela pada 2013.
Pada situasi seperti ini di Venezuela terbagi menjadi rivalitas antara Maduro dan Guaido yang keduanya di backup negara adidaya yakni Amerika dan Rusia.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: distriknews.com
Artikel Terkait
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global