“Berdasarkan penilaian oleh lembaga keamanan dan bertentangan dengan pernyataan publik Iran pada akhir pembicaraan Jenewa, masih ada kesenjangan signifikan yang tidak bisa dijembatani oleh AS, khususnya tuntutan agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayah sendiri,” bunyi laporan Haaretz.
Laporan yang sama kemudian menambahkan, “Mengingat negosiasi telah mencapai jalan buntu, Israel memperkirakan Trump akan menggunakan opsi militer dalam jangka waktu yang lebih singkat daripada yang diantisipasi dalam beberapa hari terakhir."
Peningkatan Koordinasi dan Pergerakan Militer AS
Sebagai bentuk antisipasi, koordinasi antara Israel dan Amerika Serikat dilaporkan semakin menguat, mencakup bidang intelijen, teknologi informasi, komunikasi militer, dan pertahanan udara. Peningkatan kerja sama ini tampaknya sejalan dengan pergerakan pasukan AS yang terpantau di lapangan.
Dalam 48 jam terakhir, sejumlah besar aset udara Amerika Serikat, termasuk jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar di udara, dan pesawat AWACS, telah dikerahkan ke berbagai pangkalan AS di Eropa dan Timur Tengah. Pergerakan skala besar ini, yang dilacak melalui data penerbangan, memberikan konteks nyata atas ketegangan yang tengah membayangi kawasan.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April