Pantau - Di tengah maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja, anggota DPR Netty Prasetyani mendesak Kementerian Ketenagakerjaan untuk membenahi Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Intinya, program ini harus benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. Bukan sekadar wacana.
Desakan itu ia lontarkan dalam rapat kerja dengan Menaker, Kamis (9/4/2026) lalu, di Gedung Nusantara I, Senayan. Ruang sidang itu menjadi saksi betapa masih banyak pekerja yang terdampak PHK gelap gulita soal bantuan yang sebenarnya menjadi hak mereka.
"Menurut saya ini perlu diperluas, karena banyak kelompok pekerja dan komunitas yang terdampak PHK," ujar Netty.
Suaranya tegas. "Informasi ini harus diperjelas, mulai dari di mana bisa diakses hingga jenis pelatihan apa saja yang diberikan."
Lebih Dari Sekadar Bantuan Uang
Bagi Netty, JKP jangan cuma dilihat sebagai santunan. Itu cara berpikir yang sudah ketinggalan zaman. Program ini punya potensi lebih besar.
"Kita ingin JKP ini bukan cuma sekadar nominal," tegasnya. Visinya jelas: JKP harus menjadi jaring pengaman. "Kita ingin ini menjadi instrumen agar ketika risiko hidup dihadapi, mereka tidak jatuh pada kemiskinan."
Nah, di sinilah poin krusialnya. Menurut sejumlah pengamat, bantuan tunai tanpa diiringi peningkatan kompetensi hanya bersifat sementara. Netty sepertinya sepakat.
Kunci Utamanya: Pelatihan yang Nyata
Maka, ia menekankan betul soal pelatihan kerja. Kualitasnya harus jadi perhatian serius. Dengan bekal keterampilan yang relevan, pekerja yang dirumahkan punya peluang lebih besar untuk bangkit dan bersaing lagi.
"Harus ada keterampilan baru atau peningkatan keterampilan agar mereka bisa menangkap peluang kerja setelah mengalami PHK," pungkasnya.
Jika dioptimalkan, program JKP bukan cuma mitigasi dampak sesaat. Ia bisa memperkokoh sistem perlindungan sosial kita secara menyeluruh. Menjadi harapan baru bagi ribuan pekerja yang hari-harinya tiba-tiba suram karena surat pemutusan hubungan kerja.
Artikel Terkait
BRI Salurkan Lebih dari Lima Ribu Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia saat Iduladha 2026
Gerindra Bantah Polemik Bantuan Sapi Kurban Presiden: Berlandas APBN, Bukan Uang Pribadi
Selebgram Brunei Woodyrman Ditahan Polisi karena Aniaya Warga Brunei hingga Tewas di Blok M
PDIP Jatim Bagikan 485 Ekor Sapi Kurban untuk Warga Miskin dan Panti Asuhan