Pantau - Di tengah maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja, anggota DPR Netty Prasetyani mendesak Kementerian Ketenagakerjaan untuk membenahi Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Intinya, program ini harus benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. Bukan sekadar wacana.
Desakan itu ia lontarkan dalam rapat kerja dengan Menaker, Kamis (9/4/2026) lalu, di Gedung Nusantara I, Senayan. Ruang sidang itu menjadi saksi betapa masih banyak pekerja yang terdampak PHK gelap gulita soal bantuan yang sebenarnya menjadi hak mereka.
"Menurut saya ini perlu diperluas, karena banyak kelompok pekerja dan komunitas yang terdampak PHK," ujar Netty.
Suaranya tegas. "Informasi ini harus diperjelas, mulai dari di mana bisa diakses hingga jenis pelatihan apa saja yang diberikan."
Lebih Dari Sekadar Bantuan Uang
Bagi Netty, JKP jangan cuma dilihat sebagai santunan. Itu cara berpikir yang sudah ketinggalan zaman. Program ini punya potensi lebih besar.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Mohammad Riza Chalid Tersangka Kedua untuk Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak
PBNU Dukung Larangan Vape Jika Terbukti Jadi Alat Peredaran Narkoba
Bea Cukai dan Pajak Segel Empat Kapal Asing di Pantai Mutiara Diduga Selewengkan Fasilitas
Banyuwangi Catat Inflasi Terendah di Maret 2026 Meski Ada Tekanan Ramadan