Gubernur DKI Peringatkan Keras PPSU di Town Hall Usai Kasus Manipulasi Aduan JAKI

- Jumat, 10 April 2026 | 05:45 WIB
Gubernur DKI Peringatkan Keras PPSU di Town Hall Usai Kasus Manipulasi Aduan JAKI

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bakal menggelar pertemuan tatap muka dengan seluruh jajaran Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Rencananya, town hall meeting itu digelar minggu depan di Balai Kota. Langkah ini muncul sebagai respons tegas setelah beredarnya kasus manipulasi laporan aduan warga di aplikasi JAKI.

Pramono berniat bicara blak-blakan. Ia akan menyampaikan peringatan keras agar praktik curang seperti itu enggak terulang lagi.

"Semua PPSU dan yang berkaitan dengan JAKI kita akan mengadakan town hall di sini. Saya akan memperingatkan, siapa pun yang melakukan itu, kami tidak akan memberikan maaf. Langsung kami berhentikan,"

tegas Pramono, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, kasus di Kalisari itu bukan yang pertama. Pelakunya bahkan disebut-sebut orang yang sama. Makanya, tindakan tegas langsung diambil. Beberapa pejabat, mulai dari lurah hingga kepala seksi, sudah dicopot dari posisinya karena dianggap lalai mengawasi.

"Kami sudah mengidentifikasi PPSU-nya, lurahnya kami copot termasuk kasi-kasinya. Ini wajah Jakarta. Kepercayaan warga adalah yang utama,"

tegasnya lagi.

Di sisi lain, Pramono memastikan kejadian ini tidak membuat minat warga melapor menurun. Dasbor aduan di pantau tiap hari, dan partisipasi masyarakat disebutnya tetap stabil. Tapi ya, tindakan manipulasi tetaplah pelanggaran berat yang merusak kredibilitas layanan publik. Nggak bisa ditolerir.

Bukan cuma di Kalisari, rupanya. Pramono mengungkapkan ada kejadian serupa di Jakarta Selatan yang sedang dalam proses penindakan. Di sana, modusnya pakai rekaman time-lapse untuk memanipulasi laporan.

"Pokoknya semua yang melakukan itu, mau di Jakarta Selatan, Kalisari, atau di mana saja, tidak ada kompromi,"

katanya dengan nada keras.

Nuansa naratif: Suasana di Balai Kota tampaknya sedang tegang. Setelah heboh soal foto AI yang dipakai untuk membalas aduan warga, pemerintah provinsi memang sedang berusaha keras memulihkan kepercayaan. Pertemuan minggu depan nanti dipastikan bakal panas, penuh dengan teguran dan peringatan. Tujuannya satu: agar insiden memalukan seperti ini benar-benar berakhir.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar