Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran

- Senin, 23 Februari 2026 | 10:15 WIB
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran

MURIANETWORK.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan Komando Pertahanan Dalam Negeri dan berbagai lembaga penanggulangan darurat untuk bersiap menghadapi potensi eskalasi konflik dengan Iran. Instruksi ini dikeluarkan di tengah laporan-laporan intelijen yang menyoroti jalan buntu dalam perundingan nuklir dan peningkatan aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan. Rapat kabinet keamanan khusus untuk membahas perkembangan ini pun mengalami penundaan.

Kesiapan dan Status Siaga

Langkah persiapan yang diinstruksikan Netanyahu mencakup peningkatan kesiapan operasional berbagai badan keamanan dan medis. Menurut laporan media setempat, status siaga maksimum telah diumumkan di sejumlah instansi. Situasi ini menunjukkan bahwa pemerintah Israel menilai ancaman dari Iran sebagai hal yang serius dan mendesak, meskipun detail operasionalnya tetap dijaga ketat.

Jalan Buntu Diplomasi dan Ancaman Militer

Di balik layar, penilaian lembaga keamanan Israel justru menggambarkan situasi yang jauh dari kata damai. Mereka menilai putaran kedua perundingan nuklir di Jenewa tidak membawa kemajuan signifikan, bertolak belakang dengan pernyataan optimistis yang dikeluarkan oleh pejabat Iran.

“Berdasarkan penilaian oleh lembaga keamanan dan bertentangan dengan pernyataan publik Iran pada akhir pembicaraan Jenewa, masih ada kesenjangan signifikan yang tidak bisa dijembatani oleh AS, khususnya tuntutan agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayah sendiri,” bunyi laporan Haaretz.

Laporan yang sama kemudian menambahkan, “Mengingat negosiasi telah mencapai jalan buntu, Israel memperkirakan Trump akan menggunakan opsi militer dalam jangka waktu yang lebih singkat daripada yang diantisipasi dalam beberapa hari terakhir."

Peningkatan Koordinasi dan Pergerakan Militer AS

Sebagai bentuk antisipasi, koordinasi antara Israel dan Amerika Serikat dilaporkan semakin menguat, mencakup bidang intelijen, teknologi informasi, komunikasi militer, dan pertahanan udara. Peningkatan kerja sama ini tampaknya sejalan dengan pergerakan pasukan AS yang terpantau di lapangan.

Dalam 48 jam terakhir, sejumlah besar aset udara Amerika Serikat, termasuk jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar di udara, dan pesawat AWACS, telah dikerahkan ke berbagai pangkalan AS di Eropa dan Timur Tengah. Pergerakan skala besar ini, yang dilacak melalui data penerbangan, memberikan konteks nyata atas ketegangan yang tengah membayangi kawasan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar