Selain itu, ia memobilisasi tentara untuk mengintensifkan pencarian terhadap Fito selama 60 hari.
Keputusan ini bertujuan untuk menangkap kembali sosok yang dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan negara.
Roberto Izurieta, juru bicara kepresidenan Ekuador, menekankan bahwa kekuatan penuh negara dikerahkan untuk menemukan Fito.
"Dia adalah individu yang sangat berbahaya dan cenderung melakukan aktivitas terorisme.
Pencarian terus berlanjut, dia akan ditemukan.
Dia harus ditemukan," tegas Izurieta.
Status Darurat, Dukungan Politik, dan Ancaman Teroris Narkotika
Baca Juga: Polisi Tangkap R di Jogyakarta Tersangka Pemutilasi Mayat Dalam Koper Merah di Bogor
Dibawah status darurat, angkatan bersenjata Ekuador mendapatkan dukungan politik dan hukum untuk menghadapi apa yang disebut sebagai "teroris narkotika." Presiden Noboa menegaskan bahwa negaranya tidak akan bernegosiasi dengan teroris, dan mereka akan terus berjuang hingga perdamaian kembali ke seluruh warga Ekuador.
Geng narkoba, dalam merespons tindakan pemerintah, mendeklarasikan perang dan mengancam akan mengeksekusi warga serta pasukan keamanan.
Tindakan mereka tidak hanya sebatas ancaman, namun juga melibatkan serangan langsung, kerusuhan di penjara, ledakan di tempat umum, dan penyerbuan terhadap stasiun televisi dengan menyandera jurnalis.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: depok.hallo.id
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April