Selasa (13/1/2026) pagi, suasana di Polda Metro Jaya tampak seperti biasa. Tapi bagi sekelompok orang yang datang hari itu, ini adalah langkah penting. Mereka adalah korban dugaan penipuan academy kripto, dan mereka tidak sendirian. Adam Deni, seorang pegiat media sosial, hadir di tengah-tengah mereka. Tujuannya sederhana: memberi dukungan moral agar korban punya nyali untuk menjalani proses hukum yang berbelit.
"Saya di sini cuma mendampingi korban," ujar Adam, ditemui di lokasi. Suaranya tenang tapi tegas.
"Fungsinya sebagai support moral biar mental mereka kuat dan mau maju ke depan."
Menurut Adam, ini bukan perkara mudah. Banyak korban sebenarnya punya bukti kuat, tapi memilih diam. Rasa takut akan tekanan, entah dari pihak mana, sering kali membungkam suara mereka. Nah, itulah sebabnya Adam mendorong mereka untuk bersuara. "Kenapa harus takut lapor polisi kalau kita benar dan punya bukti?" tambahnya, mencoba membangkitkan keberanian.
Hari itu, salah satu korban berinisial Y menjalani pemeriksaan awal. Prosesnya adalah pembuatan Berita Acara Pemeriksaan atau BAP, sebuah langkah formal pertama setelah laporan resmi diajukan. "Y dipanggil untuk BAP setelah laporannya kemarin," jelas Adam.
Kerugian yang dialami para korban ini sungguh tidak main-main. Angkanya beragam, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Adam menyebut nominal yang ia ketahui dari korban yang didampinginya berkisar dari Rp100 juta sampai Rp3 miliar. Dan itu baru yang hadir hari ini.
Masih banyak lagi korban lain yang belum bisa datang, sebagian karena tinggal di luar kota. "Masih banyak yang menghubungi saya," singgung Adam. "Kerugian mereka ada yang sampai Rp1,5 miliar."
Artikel Terkait
Hesti Sindir Klarifikasi Roby Tremonti: Klarifikasi Jadi Konfirmasi
Kasus Perzinaan Anjlokkan Pundi-pundi Inara Rusli
Korban Academy Kripto TR & K Laporkan Kerugian Rp 3 Miliar ke Polda Metro
Aurelie Moeremans Ungkap Kabar Terbaru: Kelly dari Buku Broken String Sudah Minta Maaf