Bali United Hadapi Persijap di Tengah Tekanan dan Sanksi Stadion Sepi

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:30 WIB
Bali United Hadapi Persijap di Tengah Tekanan dan Sanksi Stadion Sepi

Sabtu malam nanti, Stadion Kapten I Wayan Dipta bakal jadi saksi pertarungan sengit. Bali United akan menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bagi kedua tim, ini lebih dari sekadar tiga poin. Ini soal harga diri dan ambisi yang sedang terancam.

Bali United, misalnya. Mereka datang dengan beban yang berat. Enam kekalahan beruntun sudah cukup membuat frustrasi. Belum lagi catatan pertahanan yang memprihatinkan: gawang mereka sudah kebobolan 13 kali berturut-turut. Mike Hauptmeijer pasti ingin segera mengunci gawangnya rapat-rapat malam ini.

Di sisi lain, Persijap Jepara punya misi yang tak kalah genting. Kemenangan pekan lalu atas Persib Bandung memang memberi angin segar. Tapi, posisi mereka masih terperosok di zona degradasi. Mereka butuh kemenangan lagi untuk benar-benar keluar dari jerat itu.

Namun begitu, jalan menuju kemenangan tak akan mulus bagi sang tuan rumah. Situasinya cukup pelik. Mereka harus merelakan Joao Ferrari, yang diusir wasit saat melawan PSIM pekan lalu. Itu kerugian besar di lini tengah.

Belum lagi, suasana di stadion nanti dipastikan akan sepi. Komdis PSSI menjatuhkan sanksi, sehingga Semeton Dewata dilarang datang memberi dukungan. Padahal, dukungan suporter bisa jadi suntikan semangat ekstra. Tren kandang Bali United musim ini juga tidak terlalu menggembirakan, jadi ini tantangan ganda.

Lalu bagaimana dengan tamu? Persijap memang sedang on fire. Tapi, catatan mereka di kandang lawan sangat buruk. Itu jadi momok yang harus diatasi.

Meski begitu, ada secercah harapan. Pemain anyar mereka mulai menunjukkan taring. Ambil contoh Iker Guarrotxena. Pemain asing itu langsung menunjukkan kontribusi nyata. Baru lima pertandingan, dia sudah mencetak tiga gol. Performa seperti inilah yang bisa jadi penentu di Denpasar nanti.

Jadi, Sabtu malam ini, semua masalah dan harapan akan dipertaruhkan. Siapa yang lebih kuat mental, dialah yang paling mungkin membawa pulang kemenangan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar