Prabowo di Banjarbaru: Jangan Malu Orang Tuamu Buruh atau Petani

- Senin, 12 Januari 2026 | 13:48 WIB
Prabowo di Banjarbaru: Jangan Malu Orang Tuamu Buruh atau Petani

Di bawah terik matahari Banjarbaru, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang menyentuh. Sasaran utamanya adalah para siswa Sekolah Rakyat, yang sebagian besar berasal dari kalangan keluarga kurang mampu. Intinya sederhana: jangan pernah merasa malu dengan keadaan orang tua.

“Saudara-saudara, anak-anak sekolah rakyat, murid-murid, anak-anakku,” seru Prabowo memulai.

“Jangan kau kecil hati. Jangan kau malu orang tuamu hanya buruh, atau hanya petani miskin, atau hanya tukang pemulung. Jangan kau malu.”

Kata-katanya tegas namun penuh empati. Menurutnya, justru di situlah letak kemuliaan. Orang tua mereka telah berjuang mati-matian, banting tulang dengan cara yang halal, demi menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya. Jerih payah itulah yang patut dihargai setinggi-tingginya.

“Mereka mulia. Mereka kerja keras, halal bekerja dengan keringat untuk masa depanmu. Jangan pernah kecil hati,” ucap Prabowo lagi.

Pesan untuk menghormati orang tua pun disampaikannya dengan cara yang gamblang dan penuh rasa.

“Hormati orang tuamu. Kalau perlu, kau pulang, kau sungkem, kau cium kaki orang tuamu,” tambahnya.

Acara di Kalimantan Selatan itu bukan sekadar seremoni biasa. Di hari yang sama, sebanyak 166 Sekolah Rakyat diresmikan serentak di seluruh penjuru Indonesia. Ini adalah terobosan nyata. Sekolah-sekolah ini memang dikhususkan untuk membuka pintu pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang punya keterbatasan ekonomi, agar mereka tetap punya kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan.

Prabowo, melalui pidatonya, ingin membangun kepercayaan diri. Ia menekankan bahwa latar belakang ekonomi bukanlah sebuah aib, melainkan sebuah titik awal untuk berjuang lebih keras. Semangat itulah yang coba ditularkannya langsung kepada para penerus bangsa di depan matanya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar