Kapolsek Cileungsi Menyamar Jadi Satpam dan Ustaz, 1.000 Butir Obat Keras Disita

- Jumat, 17 April 2026 | 21:15 WIB
Kapolsek Cileungsi Menyamar Jadi Satpam dan Ustaz, 1.000 Butir Obat Keras Disita

Operasi penyamaran polisi di Bogor kali ini punya cerita yang unik. Bukan cuma satu, tapi dua penyamaran dilakukan untuk menangkap pengedar obat keras ilegal. Kapolseknya sendiri yang turun tangan, menyamar jadi satpam dan bahkan seorang ustaz.

Menurut keterangan yang diterima, Kompol Edison, Kapolsek Cileungsi, adalah otak di balik aksi penyamaran pertama. Dia sendiri yang berperan sebagai satpam untuk mendekati dan mengelabui para pelaku. Aksi ini bagian dari gencarnya pemberantasan narkoba yang digalakkan Polres Bogor.

"Upaya pemberantasan obat-obatan terlarang yang digencarkan Polres Bogor kembali membuahkan hasil," kata Edison lewat keterangan tertulisnya, Rabu (15/4/2026).

Dia menambahkan, "Kali ini, jajaran Polsek Cileungsi berhasil mengungkap sejumlah kasus peredaran obat berbahaya di wilayah Cileungsi dan sekitarnya dalam satu hari."

Semua berawal dari Selasa (14/4) lalu. Operasi dimulai dari kawasan Cikalagan, Cileungsi. Hasilnya, dua pengedar langsung diamankan beserta barang bukti yang mereka bawa.

Namun begitu, ceritanya tidak berhenti di situ. Polisi lalu mengembangkan kasusnya, yang membawa mereka merambah ke wilayah Bekasi. Di sana, situasinya agak sedikit berantakan karena salah seorang pelaku berhasil kabur.

Tapi, itu tidak menghentikan langkah mereka. "Meski salah satu pelaku berhasil melarikan diri, polisi tetap mengamankan sejumlah besar obat-obatan terlarang yang diduga akan diedarkan," ucap Edison.

Pengembangan itu akhirnya membuahkan hasil lagi. Dua pemuda lain berhasil diringkus di Bekasi. Mereka kedapatan membawa barang bukti serupa.

Kalau dihitung total, ada sekitar 1.000 butir obat keras ilegal yang berhasil disita dari seluruh operasi hari itu. Untuk sekarang, semua pelaku dan barang bukti sudah dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Bogor. Proses penyelidikan yang lebih mendalam masih terus berjalan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar