"Apalagi saya. Kalau saya tidak senang, saya samperin. Saya pernah bakar rumah orang di Cengkareng, ya saya bakar saja."
Yang lebih mencengangkan, saat melakukan itu, dampak hukum sama sekali tidak dia pikirkan. Penjara? Itu urusan nanti. Baginya, yang penting tanggung jawab moral sebagai orang Timur terpenuhi: berani berbuat, berani hadir. Bukan membuat teror dari balik bayang-bayang.
"Urusan penjara itu belakangan," tuturnya, menegaskan poinnya. "Jadi bukan sifat kami melakukan teror sembunyi-sembunyi seperti itu."
Pengakuan ini tentu menambah panjang daftar kontroversi yang melekat pada dirinya. Publik sudah mengenal Firdaus Oiwobo sebagai figur yang nyentrik. Beberapa waktu lalu, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dia bahkan sempat naik ke atas meja saat membela kliennya, Razman Arif Nasution. Adegan itu viral, memperkuat kesan tentang seorang pengacara yang tak hanya garang di atas kertas, tapi juga dalam aksi.
Kini, dengan kisah masa lalunya yang terbuka, image itu semakin lengkap. Sebuah potret yang kompleks, di antara prinsip, tindakan ekstrem, dan konsekuensi yang sengaja diabaikan.
Artikel Terkait
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Jadi Modus Kejahatan Siber, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing hingga Ransomware
Terikat Janji Malam Ini: Mayang Siapkan Aksi Memalukan untuk Davina
Club Dangdut Racun dan MikkyZia Rencanakan Rilis Lagu dan Tur Kolaboratif
Perfect Crown Raih Rating Perdana 7,8%, Jadi Drama Jumat-Sabtu MBC Terbaik Ketiga