CT ARSA Foundation Apresiasi Bantuan Angkut 100 Ton Logistik Korban Bencana oleh TNI AL

- Jumat, 27 Februari 2026 | 14:25 WIB
CT ARSA Foundation Apresiasi Bantuan Angkut 100 Ton Logistik Korban Bencana oleh TNI AL

Rasa terima kasih yang mendalam disampaikan CT ARSA Foundation kepada Koarmada RI. Kenapa? Karena lembaga itu mendapat bantuan besar dalam menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Sumatera. Bantuan logistik seberat 100 ton berhasil diangkut menggunakan kapal-kapal TNI AL.

Pertemuan itu berlangsung di Mako Koarmada RI, Jakarta. Sekretaris CT ARSA Foundation, Latif Harnoko, secara langsung menyampaikan apresiasinya kepada Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya Denih Hendrata.

"Kami datang ke sini khusus untuk memberikan apresiasi dari CT ARSA kepada Koarmada RI. Bantuan yang diberikan luar biasa sekali, benar-benar membantu kami menangani dukungan untuk bencana di Aceh dan daerah lain. Ini kolaborasi yang sangat bagus antara TNI AL dengan kami."

Harnoko menjelaskan lebih rinci. Pengiriman barang bantuan itu difasilitasi oleh dua kapal rumah sakit milik TNI AL. KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992 dan KRI dr Soeharso-990 lah yang mengangkut semua barang itu.

"Prosesnya didukung penuh oleh kedua KRI tersebut. Catatan kami, total bantuan logistik yang diangkut mencapai kurang lebih 100 ton," sebut Harnoko.

Menurutnya, kerja sama antara CT ARSA dan TNI AL bukanlah hal baru. Sinergi ini sudah terjalin cukup lama. Dia punya harapan besar agar kolaborasi seperti ini tidak berhenti sampai di sini.

"Terima kasih atas support yang sangat luar biasa selama di Sumatera dan Aceh. Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut, tidak hanya saat musibah, tapi juga dalam hal-hal positif lainnya untuk membangun TNI AL dan tentunya masyarakat Indonesia."

Di sisi lain, Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya Denih Hendrata, menyambut hangat ungkapan terima kasih itu. Dia dengan tegas menyatakan bahwa dukungan dalam penanggulangan bencana adalah bagian dari tugas dan kewajiban TNI AL. Sebuah bentuk pengabdian kepada negara dan rakyat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar