Shell Kembali ke Indonesia, Rencanakan Investasi di 5 Blok Migas
Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) global, Shell, dikabarkan sedang mempersiapkan langkah untuk kembali beroperasi di sektor hulu migas Indonesia. Hal ini terungkap dari pernyataan resmi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Kolaborasi Shell dan KUFPEC di Indonesia
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengonfirmasi bahwa Shell telah menjalin kesepakatan dengan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC). Kerja sama ini akan membagi partisipasi dengan skema 50 persen untuk masing-masing perusahaan.
Lebih lanjut, Djoko menyatakan bahwa Shell telah secara resmi mengajukan proposal kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Proposal tersebut berisi minat untuk mengelola lima wilayah kerja blok migas, yang terdiri dari dua blok lepas pantai (offshore) dan tiga blok darat (onshore). Saat ini, proposal tersebut masih dalam tahap evaluasi mendalam oleh Dirjen Migas.
Portofolio KUFPEC dan Potensi Blok yang Diminati
KUFPEC sendiri bukanlah nama baru di industri hulu migas Indonesia. Perusahaan asal Kuwait ini tercatat telah mengelola beberapa proyek, termasuk di Natuna Sea Block A dan lisensi eksplorasi Ephindo. Sebelumnya, SKK Migas juga menyebutkan bahwa KUFPEC melakukan joint study di Blok Natuna D-Alpha.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Tipis, Buyback Melonjak Lebih Signifikan
IHSG Melonjak 6%, Namun 10 Saham Ini Anjlok Lebih dari 10%
IHSG Melonjak 6,14%, Saham TRUK Pacu Kenaikan 106%
BEI Catat 48 Emisi Obligasi dan Sukuk Baru Senilai Rp52,44 Triliun di Awal 2026