Dua Tersangka Pemalakan Berhasil Diringkus, Dua Lainnya Masih Diburu Polisi

- Selasa, 25 November 2025 | 16:36 WIB
Dua Tersangka Pemalakan Berhasil Diringkus, Dua Lainnya Masih Diburu Polisi

Tim gabungan yang terdiri dari Unit Reskrim Polsek Ilir Barat I dan Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil meringkus dua dari empat pelaku pemalakan yang menewaskan seorang sopir truk asal Lampung. Korban, Al Kodrin (44), meninggal dunia dalam insiden tragis itu.

Hanya dalam hitungan jam setelah laporan warga masuk, aparat langsung bergerak cepat. Mereka memburu para pelaku di sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi rawan.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, membenarkan perkembangan ini.

"Benar, dua pelaku sudah kita tangkap tadi malam,"

ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (25/11) sore.

Namun begitu, Andrie menegaskan bahwa ini baru langkah awal. Dua orang lainnya yang terlibat dalam aksi keji itu masih buron dan tengah dikejar habis-habisan.

"Kita masih kembangkan. Peran-peran pelaku yang sudah diamankan juga sedang kita dalami,"

tegasnya.

Insiden yang memilukan ini terjadi pada Senin (24/11/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Lokasinya di simpang empat lampu merah Macan Lindungan, Kecamatan Ilir Barat I sebuah persimpangan yang ramai dan kerap menimbulkan kecemasan. Yang membuatnya semakin menyedihkan, pemicu kekerasan fatal ini konon hanya persoalan uang dua ribu rupiah. Emosi pelaku tersulut, dan Al Kodrin yang sedang menjalankan tugas sebagai sopir truk lintas provinsi itu pun ditusuk hingga tewas.

Banyak yang prihatin. Lokasi kejadian sejak lama memang sering dikeluhkan sebagai sarang pemalakan, terutama bagi sopir angkutan barang. Mereka seperti mangsa empuk di titik itu.

Di sisi lain, polisi kini dikabarkan sedang memetakan ulang area tersebut. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya tragedi serupa.

Kedua pelaku yang masih kabur diyakini belum meninggalkan wilayah Palembang. Aparat pun meminta bantuan masyarakat. Jika melihat gerak-gerik mencurigakan, segera laporkan.

Andrie menutup dengan harapan.

"Doakan segera tertangkap semua. Keamanan pengguna jalan adalah prioritas kami,"

pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar