Kasus narkoba yang menjerat Ammar Zoni masih terus berjalan di pengadilan. Di setiap sidangnya di PN Jakarta Pusat, sosok Hayati Kamelia hampir tak pernah absen. Dia selalu datang, memberikan dukungan penuh untuk sang kekasih yang sedang berjuang di meja hijau.
Tapi kesetiaan itu ternyata punya harga yang mahal. Di balik senyum dan dukungannya, Kamelia mengaku sudah lelah. Lelah mental. Perempuan berprofesi dokter ini harus mengurus segalanya sendiri, dari A sampai Z, untuk Ammar.
"Iya itu kan mentalnya harus dikuatin. Sama, aku sudah terlalu banyak dibawa jauh gitu lho, karena saat itu Bang Ammar nggak ada siapa-siapa yang ngurus," ujar Hayati Kamelia.
Suaranya sempat tercekat saat mengatakannya. Rupanya, kondisi Ammar saat ini cukup menyedihkan. Dia nyaris tak punya pendamping selain Kamelia. Bahkan adik-adiknya sendiri jarang bisa membantu, sibuk dengan urusan kerja masing-masing.
"Sampai pihak-pihak pimpinan aja itu aku yang ngurus. Adik-adiknya nggak ada yang ngurus gitu, karena adik-adiknya juga sibuk kerja," tegasnya dengan nada yang terdengar kesal sekaligus pasrah.
Keterlibatannya yang begitu dalam, mau tak mau, membuatnya ikut terbawa arus kasus ini. Dia tahu detail-detail kecil yang mungkin tak perlu dia ketahui. Semua itu memberatkan pikirannya. Namun begitu, Kamelia ingin meluruskan satu hal: dukungannya bukan pembenaran.
Sebagai ibu satu anak, yang dia inginkan sebenarnya sederhana. Dia hanya ingin Ammar mendapatkan proses hukum yang adil, tak lebih dan tak kurang.
"Yang terjadi sebenarnya nggak 100% lho Bang Ammar bener, nggak gitu lho. Cuma aku harus cari keadilan yang sebenar-benarnya, kalau emang bener dihukum ya dihukumlah secara proporsional," ungkap Kamelia lagi.
Perjalanan ini masih panjang. Dan bagi Kamelia, beban di pundaknya sepertinya belum akan berkurang dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Ketua Ombudsman RI Ditahan Kejagung, Lembaga Minta Maaf ke Publik
Gubernur DKI Peringatkan Ancaman Pangan dan ISPA Menyusul Fenomena El Nino
Bupati Malang Lantik Putra Kandung Pimpin DLH, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Trump Ancam Pecat Powell Jika Tak Lengser Tepat Waktu