Pasar saham Indonesia membuka dengan optimisme di hari Kamis, 11 Desember. IHSG, Indeks Harga Saham Gabungan, langsung melesat ke zona hijau. Angkanya cukup menggembirakan: naik 66,759 poin atau sekitar 0,77 persen, sehingga berada di posisi 8.767,683.
Sebelum sesi reguler dimulai, sentimen positif sebenarnya sudah terlihat. Pada perdagangan preopening, indeks tercatat menguat 63,166 poin ke level 8.764.091.
Namun begitu, ceritanya agak berbeda di pasar valas. Sementara saham meroket, nilai tukar rupiah justru tertekan terhadap dolar AS pagi ini. Melemah, sederhananya.
Data dari Bloomberg yang diambil sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan kurs rupiah ada di Rp 16.688 per dolar AS. Itu artinya pelemahan sekitar 12 poin atau 0,07 persen.
Lalu, bagaimana dengan bursa Asia lainnya? Kondisinya beragam, tidak seragam.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 sedikit terkorosi, turun 0,13 persen ke 50.535. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong justru bergerak naik 0,54 persen. Di China, indeks SSE Composite sedikit melemah 0,16 persen. Sedangkan Singapura, lewat Straits Times, mencatat kenaikan 0,45 persen.
Jadi, pagi ini IHSG jadi salah satu yang bersinar di kawasan, meskipun rupiah masih harus berjuang menghadapi tekanan dolar.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020